TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Pemda Sumbawa Usulkan Rencana Pembangunan Pasar Induk di Karang Dima ke Pemerintah Pusat


Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com  -

Rencana pembangunan pasar induk yang berlokasi di area lahan milik Pemda Sumbawa yang berada dikawasan Desa Karang Dima Kecamatan Labuhan Badas Kabupaten Sumbawa, telah diusulkan ke Pemerintah Pusat melalui Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, dengan harapan mendapat support bantuan anggaran bagi pembangunannya kedepan, ungkap Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (KukMindag) Kabupaten Sumbawa E.S.Adi Nusantara.H. S.Sos MT dalam keterangan Persnya, Rabu (20/05/2026).

Dijelaskan, memang rencana pembangunan pasar induk dilokasi areal  lahan seluas 10 Ha yang berada tepat dibelakang terminal Sumer Payung Karang Dima Kecamatan Labuhan Badas yang merupakan asset milik Pemda Sumbawa itu sudah lama direncanakan oleh pemerintahan Sumbawa sebelumnya.

Oleh karena itu, dalam rangka pengembangan ekonomi masyarakat kedepan terang Adi Nusantara, dipandang perlu rencana pembangunan pasar induk (pasar rakyat dan pasar grosir) di Karang Dima tersebut dapat dilanjutkan kedepan, dengan harapan mendapatkan dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Kemendag.R.I, tukasnya.

"Usulan secara resmi telah disampaikan ke Pusat, dan bahkan kami telah melakukan komunikasi dan koordinasi intensif dengan Direktur Perdagangan Dalam Negeri, bahkan kita telah diminta untuk melengkapi sejumlah data dan kelengkapan administrasi yang dibutuhkan, baik itu menyangkut soal dokumen Fisibility Study (FS) maupun Detail Engeneering Desainnya (DED)," paparnya.

Guna menindaklanjuti usulan tersebut sambung Adi Nusantara, beberapa hari lalu telah turun melakukan kegiatan action lapangan dari tim teknis Kementerian PUPR kolaborasi Kemendag, untuk melihat kondisi areal lahan dibelakang terminal Sumer Payung Karang Dima Sumbawa yang akan dijadikan lokasi pasar induk dimaksud, dengan seluruh hasil datanya telah dibawa ke Jakarta, ujarnya.

"Berkaitan dengan rencana pasar induk di Karang Dima tersebut, maka saat ini tengah diproses Fisibility Study nya oleh konsultan yang ditunjuk pemerintah, untuk kemudian setelah FS tuntas barulah dilakukan review atas DED yangbtelah dibuatkan tahun 2017 yang tentunya akan disesuaikan dengan kondisi kekinian, dengan memperhatikan aspek kelayakan  ekonomi, sosial dan teknis," pungkas Adi Nusantara.

Lebih lanjut, Adi Nusantara mengungkapkan bahwa untuk membangun sebuah pasar induk yang representatif tersebut, ditaksir membutuhkan anggaran puluhan milir rupiah, sehingga dukungan bantuan anggaran dari Pusat sangat dibutuhkan, tukasnya.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin