TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Bullying Marak, Dewan Pendidikan Sumbawa Minta Sekolah Bentuk Satgas Anti Perundungan


Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -

Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting terkait maraknya kasus bullying (perundungan) yang terjadi di lingkungan sekolah, termasuk di SDN 1 Orong Telu dan beberapa satuan pendidikan lainnya.

Rekomendasi ini disampaikan sebagai bentuk keprihatinan sekaligus dorongan agar seluruh pihak bergerak cepat dan serius dalam menangani persoalan yang dinilai dapat berdampak besar terhadap perkembangan mental dan pendidikan anak.

Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Sumbawa, Jamhur Husain menegaskan Senin (26/4/2026), bahwa penanganan kasus bullying harus dilakukan secara tegas, transparan, dan berkeadilan. Pihak sekolah diminta segera melakukan investigasi menyeluruh serta memberikan perlindungan maksimal kepada korban, baik secara fisik maupun psikologis.

Selain itu, pelaku juga tetap harus mendapatkan pembinaan melalui pendekatan edukatif. Dalam kasus tertentu yang mengarah pada tindak pidana, sekolah diminta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum.

Tidak hanya fokus pada penanganan, JH, sapaan akrabnya juga menekankan pentingnya langkah pencegahan. Setiap sekolah didorong untuk membentuk Tim Anti-Bullying atau Satgas Sekolah Ramah Anak, lengkap dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan kasus serta kanal pengaduan yang aman bagi siswa.

“Bullying bukan persoalan sepele. Dampaknya bisa panjang, mulai dari menurunnya kepercayaan diri hingga gangguan psikologis serius,” tegasnya.

JH juga meminta adanya pendampingan psikososial bagi korban melalui layanan konseling dan trauma healing. Sementara itu, pelaku tetap perlu mendapatkan pembinaan karakter dengan melibatkan orang tua.

Peran guru turut menjadi sorotan. JH meminta tenaga pendidik lebih aktif melakukan pengawasan, terutama di area rawan seperti lingkungan bermain dan jam istirahat. Selain itu, guru juga diharapkan mampu mendeteksi dini potensi terjadinya bullying di sekolah.

Dalam jangka panjang, Dewan Pendidikan mendorong penguatan pendidikan karakter di sekolah melalui integrasi nilai empati, toleransi, dan etika pergaulan, baik dalam kegiatan pembelajaran maupun ekstrakurikuler.

Tak kalah penting, sinergi antara sekolah, orang tua, dan masyarakat juga harus diperkuat melalui sosialisasi dan forum komunikasi yang berkelanjutan.

Sebagai langkah strategis, Dewan Pendidikan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, sekaligus menyusun database kasus bullying di Kabupaten Sumbawa.

“Sekolah harus menjadi tempat yang melindungi, bukan justru melukai,” tutup JH.(Red)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin