Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Ada 10 potensi pasar aktif di Kabupaten Sumbawa yang kini dijadikan target retribusi daerah tahun 2026 mencapai Rp 2.767.716.000, (sekitar Rp 2,767 Miliar lebih) guna menunjang Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan optimis hingga akhir tahun akan mampu direalisasikan dengan baik, ungkap Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (Diskukmindag) Kabupaten Sumbawa E.S.Adi Nusantara dalam keterangan Persnya, Jum'at (24/4/2026).
Didampingi Kabid Pasar Diskukmindag Sumbawa Arif Gunawan SP, Kadis Adi Nusantara menyatakan optimisme untuk dapat meraih target retribusi yang ditetapkan dengan mengacu target dan realisasi retribusi pada tahun 2025 lalu, yakni dari target Rp 2.760.556.000, hingga akhir tahun mampu terealisasi sebesar Rp 2.965.960.000 (107,44%), sehingga menjadi motivasi untuk terus menggenjot realisasi atas potensi objek retribusi yang ada, tukasnya.
"Seluruh pasar yang menjadi potensi retribusi dimaksud adalah pasar wilayah I (Empang, Plampang, Langam dan Labangka), wilayah II (Seketeng Brang Bara, Brang Biji dan Labuhan Sumbawa), wilayah III (Alas dan Pernang), dengan sejumlah obyek retribusi terdiri dari retribusi sampah, pelataran, petak los, kios permanen, toko, kios sederhana, MCK, parkir dan retribusi sistem resi gudang (SRG)," paparnya.
Dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan atas realisasi retribusi pada Triwulan pertama 2026 (Januari - Maret) sambung Kabid Pasar Arif Gunawan, alhamdulillah dari total target sebesar Rp 2.767.716.000, telah terealisasi sebesar Rp 697.826.500, (25,21%), dan jika dibandingkan dengan tahun 2025 periode yang sama sebesar 27,15% atau menurun sebesar 1,94 poin.
"Penurunan retribusi dibandingkan periode 2025 terdapat pada objek pelajaran (38,68%), parkir (26,67%), kios sederhana (16,29%) dan sampah (30,89%), dimana kondisi ini antara lain disebabkan karena adanya aktivitas berupa rehabilitasi di Blok C pasar Seketeng dengan memindahkan lokasi pedagang ke area parkir, sehingga mempengaruhi pedagang maupun pembeli dalam bertransaksi," ujarnya.
Menurunnya retribusi dari tahun ke tahun lanjut Kabid Arif Gunawan, juga dipengaruhi oleh beberapa los dan kios permanen yang kosong ditinggal pedagangnya terutama si pasar Seketeng, maraknya pedagang keliling baik roda empat dan roda dua yang berjualan langsung di kantor-kantor dan perkampungan, sehingga mengurangi kunjungan langsung para pembeli ke pasar, sementara para pedagang keliling tersebut hanya berkontribusi terhadap retribusi parkir saja, sehingga perlu diatur tata kelolanya lebih lanjut. Sarana dan prasarana penunjang operasional pasar yang masih kurang, terutama fasilitas MCK yang perlu optimalisasi segera, kendati demikian kami sangat optimis target retribusi yang ditetapkan akan mampu dicapai hingga akhir tahun, karena seluruh KUPT dan petugas pasar terus berkomitmen untuk memberikan kinerja dan pelayanan terbaiknya, pungkasnya.(AM01)


0Komentar