Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Pimpinan Cabang (Pinca) Bulog Sumbawa
M Nur Ristanto dalam keterangan Pers diruang kerjanya, Selasa (10/02/2026) menyatakan stock pangan Bulog menjelang Ramadhan 1447 Hijriah Tahun 2026 ini dinilai aman.
Bahkan, untuk stock pasokan setara beras ada sekitar 29.900 ton yang tersimpan disejumlah gudang milik Bulog di Sumbawa dan KSB, termasuk sejumlah gudang sewa mitra kerja, dengan estimasi stock beras yang ada bisa bertahun hingga setahun kedepan
"Artinya stock beras kita aman untuk Sumbawa dan KSB, dimana pada tahun 2025 lalu dengan surplus beras yang kita miliki telah dilakukan pengiriman beras keluar daerah melalui kegiatan Mobnas untuk memenuhi kebutuhan pasokan di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dan dengan jumlah total mencapai 13.000 ton. Begitu pula kegiatan mobnas jagung sebanyak 7.100 ton mobnas telah dikirim ke Jawa Timur (Jatim) untuk memenuhi kebutuhan pakan ternak," papar Pinca Ristanto.
Sementara berkaitan dengan pengadaan Setara Beras tahun 2026 ini terang Pinca Ristanto ditargetkan sebanyak 59.000 ton dan jagung sebanyak 60.000 ton, dengan serapan pengadaan telah berjalan dilakukan langsung oleh tim jemput pangan bekerjasama dengan TNI dan penyuluhan pertanian maupun sejumlah mitra kerja Bulog, dengan pengadaan Gabah Kering Panen (GKP) harga Rp 6.500 perkg ditingkatkan petani, dan hingga awal Februari 2026 ini susah terealisasi pengadaan setara beras sekitar 950 ton, ujarnya.
Pinca Ristanto lebih lanjut menjelaskan bahwa terkait dengan stock menjelang Ramadhan, saat ini ada sekitar
25.000 liter stock Minyak goreng KITA dengan harga Rp 14.500 perifer yang didropping ke sejumlah kios pengecer dari Harga Eceran Tertinggi (HET) yang ditetapkan Rp 15.700/liter, dan ada pula stock 51 ton Gula Premium dengan harga Rp 17.400 perkg.
"Alhamdulillah, stock beras, minyak goreng dan gula untuk tahap awal aman, dan bahkan Bulog Sumbawa juga masih akan mendapatkan dropping stock tambahan lainnya menyusul, dan mulai Jum'at depan Bulog Sumbawa bekerjasama dengan Pemda Sumbawa dan Institusi lainnya selama 9 hari akan melaksanakan kegiatan program Operasi Pasar Murah (0PM) dalam rangka stabilisasi harga," pungkasnya.
Untuk bantuan pangan (Bapang) direncanakan untuk alokasi bulan Februari dan Maret 2026 sebanyak 970 ton untuk 45.000 Penerima Bantuan Pangan (PBP) didaerah ini akan dilaksanakan pada bulan Puasa, tukasnya.
"Oleh karena itu, kami menghimbau kepada para petani didaerah ini, agar tetap menjaga mutu dan kualitas hasil panen, dengan tidak melakukan panen sebelum waktunya, dan kepada warga masyarakat tidak perlu khawatir soal ketersediaan stock pangan beras, minyak goreng dan gula selama bulan Ramadhan, karena stock yang ada di Bulog Sumbawa dalam keadaan stock aman dan cukup," ujarnya.(AM01)


0Komentar