Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
[6 Februari 2026] - Pemerintah Pusat melalui Kementerian Peternain RI menetapkan Desa Serading Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa,NTB sebagai tempat dimulainya ( Ground Breaking) proyek unggas senilai Rp 1,3 Triliun.
Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Sumbawa, Saifuddin, S.P dalam keterangan Persnya, Jum'at (6/2/2026) membenarkan tentang ground breaking tersebut.
“Hari ini, tim dari Jakarta sudah tiba di Sumbawa jam 10 pagi,” ungkap Ude akrab Kadis Low Profil ini disapa.
Menurutnya, ground breaking akan dilaksanakan sekitar pukul 14.00 WIT. dalam kegiatan tersebut akan dihadiri oleh Kementerian serta hadir juga pak H. Fahri Hamzah Wamen RI dan sejumlah pejabat terkait, maupun anggota Komisi IV DPR RI, H. Johan Rosihan.
Seorang tokoh sekaligus penggerak ekonomi asal Sumbawa, Sahrul Bosang, yang juga Poultry Business Advisor di BUMN PT. Berdikari dan Tim Pakar Perunggasan Nasional di Kementerian Pertanian RI, mengungkapkan rasa syukurnya atas pencapaian ini.
Ia menyebut bahwa keberhasilan menarik investasi sebesar Rp1,3 Triliun ke NTB, khususnya di Kabupaten Sumbawa, merupakan buah dari perjuangan panjang yang sangat melelahkan.
Sahrul Bosang mengenang kembali bagaimana proses ini dimulai. Menurutnya, koordinasi intensif telah dilakukan sejak Juli 2025.
BPI Danantara lewat BUMN Berdikari ini masuk ke Titik-NTB di tetapkan di Serading, Moyo Hilir adalah hasil lobi Bapak Bupati Sumbawa H.Syarafuddin Jarot & Bapak Gubernur NTB H.Lalu Muhammad Iqbal serta Bapak H.Johan Rosihan di Komisi IV DPR-RI dan Jenderal Arief Hartono dari TNI AU.
“Selamat kepada Bapak H Johan Rosihan, Pak Gubernur NTB, Jenderal Arief Hartono, Bupati Sumbawa, dan seluruh jajaran yang telah berjuang tak kenal lelah sejak Jumat, 11 Juli 2025, hingga akhirnya Jum'at 6 Februari 2026, proyek ini resmi dimulai. Hasilnya nyata, investasi Rp1,3 triliun masuk ke titik NTB di Sumbawa,” ujar Sahrul Bosang penuh bangga yang juga International Technical Consultant dalam bisnis Poultry Grand Parent Stock (GPS) Operation.
Sumbawa akan melakukan groundbreaking bersama lima provinsi strategis lainnya di Indonesia, yakni Lampung, Jawa Timur (Malang), Sulawesi Selatan (Bone), Gorontalo, dan Kalimantan Timur.
Lebih dari sekadar angka investasi, Sahrul Bosang menegaskan bahwa proyek BPI Danantara ini adalah bentuk tindakan afirmatif (affirmative action) pemerintah untuk melindungi peternak kecil.
“Ini adalah landas pijakan industri poultry yang kuat. Selama ini peternak rakyat sering ‘remuk’ akibat persaingan efisiensi dengan perusahaan-perusahaan besar atau para gajah industri. Proyek ini hadir sebagai proteksi bagi mereka,” tukasnya.
Proyek ini dirancang secara terintegrasi, mulai dari pembibitan (breeding), pabrik pakan, hingga pengolahan hasil produksi.
Hal ini diharapkan menjadi solusi permanen untuk mengatasi fluktuasi harga bibit ayam (DOC) dan telur di pasar lokal.
Sejalan dengan visi Presiden RI, proyek hilirisasi pangan senilai total Rp20 triliun secara nasional ini juga ditujukan untuk menyokong program unggulan pemerintah, yaitu Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keterlibatan BUMN seperti PT Berdikari memastikan bahwa negara hadir dari hulu ke hilir. Bagi masyarakat Sumbawa, kehadiran industri ini bukan hanya soal ketahanan pangan, tapi juga pembukaan lapangan kerja besar-besaran di berbagai level teknis maupun manajemen menuju kedaulatan pangan.
“Insyaallah, ini menjadi awal yang baik untuk membangun kedaulatan pangan kita dari tanah Sumbawa. Lapangan pekerjaan akan tersedia, ekonomi daerah akan bergerak berkelanjutan,” ujar Sahrul Bosang.(AM01)


0Komentar