Mataram, Laskarmerdeka.com —
Menjelang perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mengintensifkan langkah pengendalian inflasi daerah. Upaya tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Provinsi NTB yang digelar pada Rabu (11/2/2025) dan dibuka langsung oleh Gubernur NTB Dr.H.Lalu Muhammad Iqbal.
Rapat koordinasi ini turut dihadiri Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas terkait yang didampingi fungsional Bidang PHSPP, bersama unsur perangkat daerah dan pemangku kepentingan lainnya.
Forum tersebut menjadi sarana konsolidasi untuk memperkuat strategi pengendalian harga kebutuhan pokok di tengah meningkatnya permintaan masyarakat menjelang HBKN.
Dalam sambutannya, Gubernur Iqbal menegaskan pentingnya peran Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam memastikan stabilitas harga dan keterjangkauan bahan pokok bagi masyarakat. Ia menekankan agar seluruh unsur TPID memperkuat komitmen pelayanan publik dengan melibatkan pelaku usaha serta stakeholder terkait dalam menjaga kelancaran distribusi dan ketersediaan pangan.
Gubernur NTB juga mendorong pemerintah daerah agar lebih aktif melaksanakan Gerakan Pangan Murah (GPM) serta melakukan inspeksi mendadak (sidak) pasar secara berkala. Langkah tersebut dinilai efektif untuk mengantisipasi lonjakan harga sekaligus mencegah praktik perdagangan yang merugikan konsumen.
Selain itu, kerja sama antar daerah dengan wilayah sentra produksi disebut sebagai strategi penting dalam menjaga keseimbangan pasokan. Gubernur turut mengimbau adanya pengendalian distribusi keluar daerah terhadap komoditas tertentu yang berpotensi menjadi penyumbang inflasi, agar stabilitas harga di tingkat lokal tetap terjaga.
Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Provinsi NTB berharap upaya pengendalian inflasi dapat dilaksanakan secara terintegrasi dan berkelanjutan, sehingga daya beli masyarakat tetap terjaga dan kebutuhan pangan menjelang HBKN dapat terpenuhi dengan baik.(AM01)


0Komentar