TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Wagub Dinda Buka Kegiatan Srikandi PLN NTB bertajuk “Ruang Cerita Ibu”


Mataram, Laskarmerdeka.com  -

Wakil Gubernur NTB Dr. Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.I.P secara resmi membuka kegiatan Srikandi PLN bertajuk "Ruang Cerita Ibu" yang berlangsung
di Kantor PLN Unit Induk Wilayah (UIW) NTB, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang bagi perempuan untuk berbagi pengalaman, saling menguatkan, serta memperoleh wawasan dan dukungan dalam menghadapi berbagai persoalan kehidupan. Program ini sekaligus diarahkan untuk memperkuat kapasitas dan kemandirian perempuan.

Kegiatan turut menghadirkan motivator sekaligus Founder FHD Motivation RAy. Febri H. Dipokusumo serta sejumlah entrepreneur yang berbagi pengalaman, inspirasi, dan pengetahuan kepada para peserta.

Dalam sambutannya, Wagub Dinda  mengapresiasi PLN yang telah menghadirkan program tersebut di NTB. Menurutnya, Srikandi PLN “Ruang Cerita Ibu” relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, khususnya dalam memperkuat perlindungan dan pemberdayaan perempuan.

“Program ini sangat tepat dilaksanakan di daerah kita. Hari ini kasus perempuan dan anak masih menjadi salah satu tantangan besar di daerah kita,” ujar Wagub Dinda.

Ia menegaskan, upaya menekan kekerasan terhadap perempuan dan anak tidak dapat dilakukan hanya dengan mencari pihak yang bersalah. Diperlukan keterlibatan bersama, terutama kaum perempuan, untuk membangun lingkungan yang lebih aman dan saling mendukung.

“Kita harus mampu menjadikan diri kita sebagai yang terdepan untuk memerangi hal tersebut sehingga kita bersama-sama dapat menurunkan angka kekerasan terhadap perempuan dan anak,” ujarnya.

Wagub Dinda juga menyoroti persoalan penyalahgunaan narkoba yang saat ini dapat menyasar siapa saja tanpa memandang latar belakang sosial maupun pendidikan. Menurutnya, keluarga, khususnya ibu, memiliki peran penting dalam membentengi anak-anak dari berbagai ancaman tersebut.

Ia berharap kegiatan “Ruang Cerita Ibu” tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat menjadi model yang diadopsi oleh organisasi maupun kelompok masyarakat lainnya.

“Dengan membaur seperti ini, semua pihak merasa tidak ada jarak antara satu dengan yang lain. Ada kelompok rentan, ada para profesional yang berbagi pengalaman, memberikan ilmu, bahkan membantu secara finansial. Ini adalah contoh baik yang bisa kita laksanakan pada kegiatan-kegiatan yang lain,” ungkapnya.

Wagub NTB juga mendorong agar kelompok perempuan kepala keluarga turut mendapatkan ruang dalam kegiatan pemberdayaan. Hal tersebut dinilai penting mengingat banyak perempuan kepala keluarga di NTB menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang cukup berat.

“Ini adalah salah satu langkah cerdas yang digagas oleh perempuan, untuk perempuan, dan akan memberi manfaat bagi para perempuan,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh peserta untuk terus belajar dan membagikan pengetahuan yang diperoleh kepada perempuan lainnya. Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis sebagai madrasah pertama bagi anak dalam mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan masa depan.

Sementara itu, General Manager PLN UIW NTB Yondri Zulfadli mengatakan program pemberdayaan perempuan harus mampu memberikan dampak nyata. Keberhasilan program, menurutnya, tidak hanya diukur dari terlaksananya kegiatan, tetapi juga dari perubahan yang dirasakan penerima manfaat.

“Ukuran keberhasilan sebuah program pemberdayaan bukan hanya terletak pada terlaksananya kegiatan, tetapi pada perubahan positif yang dirasakan oleh masyarakat setelah kegiatan tersebut selesai,” ujarnya.

Ia menambahkan, Srikandi PLN akan terus didorong menghadirkan program yang inovatif, inklusif, dan berkelanjutan. Program tersebut mencakup peningkatan kapasitas, penguatan kemandirian ekonomi, pengembangan usaha, hingga pembentukan jejaring komunitas yang saling mendukung.

Yondri juga mengapresiasi rangkaian kegiatan “Ruang Cerita Ibu”, mulai dari inspirational address, ruang berbagi, healing session, reflection and sharing, pembekalan kewirausahaan, hingga penyerahan bantuan usaha.

Kehadiran motivator dan entrepreneur diharapkan dapat memperkaya perspektif peserta, khususnya dalam membangun kepercayaan diri, mengembangkan potensi, serta membuka peluang kemandirian ekonomi.

“PLN tidak hanya memiliki tanggung jawab menghadirkan keandalan listrik, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap aspek sosial dan pemberdayaan masyarakat. Kita ingin memastikan kehadiran PLN dapat memberikan energi dalam arti yang lebih luas: energi untuk tumbuh, energi untuk mandiri, dan energi untuk memberikan kontribusi yang lebih besar bagi keluarga dan masyarakat,” pungkasnya.

Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Provinsi NTB dan PLN berharap sinergi pemberdayaan perempuan terus diperkuat sehingga semakin banyak perempuan memiliki ruang untuk berkembang, mandiri, dan berkontribusi dalam membangun keluarga serta masyarakat yang tangguh dan sejahtera.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin