Sumbawa Barat, Laskarmerdeka.com -
Akses menjadi salah satu tantangan dalam mengembangkan pariwisata dan investasi di Sumbawa Barat. Karena itu, keberadaan Bandara AMMAN Poto Tano menjadi peluang strategis untuk membuka konektivitas udara yang lebih baik sekaligus mendorong tumbuhnya sektor ekonomi baru di daerah. Hal tersebut dibahas dalam diskusi bersama West Sumbawa Hotel Association (WSHA) di Bandara AMMAN Poto Tano, Rabu (19/8/2026).
Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, ST., M.Si., bersama pengelola bandara, investor, dan para pelaku usaha perhotelan membahas kesiapan pemanfaatan bandara serta peluang penerbangan komersial.
Bupati Amar menyampaikan bahwa berbagai tahapan perizinan telah berjalan dan saat ini berada pada tahap finalisasi keputusan di Kementerian Perhubungan.
Bupati Amar menilai konektivitas udara akan membuka peluang bagi pariwisata, perhotelan, perdagangan, dan investasi.
“Target kita pada 20 November, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Kabupaten Sumbawa Barat, sudah ada pesawat yang landing,” tegasnya.
Ia juga mengajak para pelaku usaha hotel ikut membangun potensi keterisian penumpang sebagai bahan untuk ditawarkan kepada maskapai.
Langkah berikutnya membutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengelola bandara, AMMAN, dan dunia usaha, termasuk pelaku perhotelan, dimana membuka kemungkinan penerbangan diawali dengan pesawat berkapasitas tidak terlalu besar untuk membangun pasar penerbangan dari dan menuju Sumbawa Barat, sebelum dikembangkan lebih lanjut.
"Melalui kolaborasi tersebut, Bandara AMMAN Poto Tano diharapkan dapat dioptimalkan sebagai pintu masuk bagi wisatawan, investor, dan pelaku usaha sekaligus menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi Sumbawa Barat secara berkelanjutan," pungkasnya.(AM01)


0Komentar