TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

30 Eks Napiter dan Eks JI Ikuti Upacara HUT RI di NTB


MATARAM, Laskarmerdeka.com —

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Bumi Gora, Kantor Gubernur NTB, pada 17 Agustus 2026, menjadi momentum bagi 30 mantan narapidana terorisme (eks napiter) dan eks anggota Jamaah Islamiyah (JI) untuk menunjukkan komitmen kebangsaan melalui keikutsertaan dalam upacara bendera.

Sebanyak 30 eks napiter dan eks JI tersebut hadir dengan mengenakan jaket merah putih. Mereka mengikuti upacara bersama masyarakat serta perwakilan berbagai instansi pemerintah sebagai bagian dari momentum memperkuat keterlibatan sosial dan kebangsaan.

Kehadiran mereka dalam upacara tersebut mendapat pendampingan dari Tim Cegah Satgaswil NTB. Mereka hadir memenuhi undangan Pemerintah Provinsi NTB dan mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib hingga selesai.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri (Bakesbangpoldagri) NTB, Drs. H. Surya Bahari, MM.Pd., menilai keikutsertaan mereka dalam peringatan kemerdekaan menunjukkan bahwa ruang kebersamaan dalam kehidupan berbangsa terbuka bagi semua.

Menurutnya, penggunaan atribut merah putih dalam momentum kemerdekaan memiliki makna penting tentang kebersamaan dan kesetaraan sebagai bagian dari masyarakat dan bangsa Indonesia.

“Dengan melekatnya baju merah putih di badan itu mereka sudah menjadi orang yang luar biasa seperti kita,” ujar Surya.


Sementara itu, Tim Cegah Satgaswil NTB, Bripka Edy Ramlan, mengatakan keikutsertaan eks napiter dan eks JI dalam upacara kemerdekaan merupakan bagian dari proses membangun kembali keterlibatan sosial dan kebangsaan di tengah masyarakat.


“Keikutsertaan mereka dalam upacara HUT RI ini merupakan bentuk partisipasi dalam kegiatan kebangsaan sekaligus momentum untuk memperkuat rasa nasionalisme, cinta tanah air dan wawasan kebangsaan,” ujar Edy.

Menurut Edy, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat hubungan sosial antara eks napiter, eks JI, masyarakat dan pemerintah daerah. Interaksi positif dalam berbagai kegiatan publik diharapkan dapat mendukung proses reintegrasi sosial secara bertahap.

Ia menjelaskan, reintegrasi sosial bukan hanya berkaitan dengan kembalinya seseorang ke lingkungan masyarakat, tetapi juga proses membangun hubungan yang sehat, saling menghormati, serta memperkuat komitmen bersama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Melalui kegiatan seperti ini, kami berharap silaturahmi dan interaksi sosial dapat terus terbangun. Ini penting untuk mendukung proses reintegrasi sosial sekaligus memperkuat komitmen menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia,” katanya.

Dalam pelaksanaan upacara, eks napiter dan eks JI bergabung bersama masyarakat serta perwakilan instansi pemerintah di tenda khusus tamu undangan. Dengan mengenakan jaket merah putih, mereka mengikuti seluruh rangkaian upacara dengan tertib hingga kegiatan berakhir.

Kehadiran eks napiter dan eks JI dalam upacara juga menjadi bagian dari upaya memperkuat kembali nilai-nilai kebangsaan melalui pengalaman langsung. Peringatan kemerdekaan menjadi ruang untuk menumbuhkan kesadaran tentang pentingnya persatuan, toleransi dan kehidupan bersama dalam bingkai NKRI.

Edy menambahkan, pendekatan Tim Cegah tidak hanya dilakukan melalui sosialisasi, tetapi juga melalui pendampingan serta keterlibatan dalam berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Kami mengapresiasi sikap kooperatif dan partisipasi mereka dalam menghadiri undangan upacara HUT RI ke-81. Ini merupakan bentuk partisipasi yang positif dalam kegiatan kebangsaan,” ungkapnya.

Usai upacara, Tim Cegah Satgaswil NTB bersama eks napiter dan eks JI melakukan foto bersama Gubernur NTB sebagai bagian dari dokumentasi kegiatan. Momen tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian pendampingan dalam peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI.

Edy berharap keterlibatan eks napiter dan eks JI dalam berbagai kegiatan kebangsaan maupun kemasyarakatan dapat terus berlanjut. Menurutnya, semakin banyak ruang interaksi positif akan membantu memperkuat hubungan mereka dengan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami berharap kegiatan seperti ini terus dilakukan dan semakin banyak ruang positif yang dapat memperkuat hubungan mereka dengan masyarakat serta pemerintah daerah,” ujarnya.

Pendampingan eks napiter dan eks JI dalam upacara HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Lapangan Bumi Gora Kantor Gubernur NTB pada 17 Agustus 2026 berlangsung aman, tertib dan lancar.

Partisipasi tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah positif dalam memperkuat wawasan kebangsaan, toleransi, reintegrasi sosial, serta komitmen bersama menjaga persatuan dan keutuhan NKRI.(AM01)
Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin