Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Setelah tuntas menyelesaikan penataan kawasan Jempol - Saliper Ate tahap pertama dan kini tengah dilakukan pemeliharaan atas sejumlah sarana prasarana dan fasilitas penunjangnya hingga September 2026 mendatang, maka Pemda Sumbawa melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Sumbawa kembali mengusulkan program penataan kawasan Jempol - Saliper Ate tahap II tahun 2027, dengan harapan mendapatkan alokasi bantuan anggaran dari Pusat, ungkap
Kadis PRKP Sumbawa Dian Sidharta ST MM, dalam keterangan Pers diruang kerjanya, Senin (20/07/2026).
Dijelaskan, penataan kawasan Jempol hingga Pantai Saliper Ate di Sumbawa ditujukan untuk mengentaskan permukiman kumuh dan mengembangkan destinasi wisata strategis.
Proyek yang didanai APBN 2025/2026 dan dikelola oleh Kementerian PKP ini mencakup pembangunan jalur pedestrian, ruang terbuka publik, fasilitas sanitasi warga, dan penerangan, serta kanstin pengaman jalan pada tiga zona (Jempol - Muara Kali hingga kawasan Saliper Ate) telah dituntaskan pembangunan sejumlah sarana prasarana dan fasilitas penunjang lainnya, dengan masa pemeliharaan berlangsung hingga September mendatang.
"Sesuai dengan rencana, usai dilakukan pemeliharaan oleh kontraktor pelaksana tuntas, maka pada September mendatang akan dilakukan serah terima proyek yang dibiayai Pusat itu kepada Pemda Sumbawa, dengan pengelolaan dan operasional selanjutnya diserahkan sepenuhnya kepada Pemda Sumbawa, dan nanti Pusat akan menyiapkan dukungan anggaran operasional selanjutnya," tukas Dian Sidharta.
Sementara terkait dengan usulan lanjutan penataan kawasan Jempol - Saliper Ate tahap II tahun 2027 lanjut Dian Sidharta, kami telah mengusulkan sejumlah paket proyek bagi kelanjutan penanganan pedestrian lanjutan sambungan dari Jempol - Saliper Ate atau tepatnya yang berada dibelakang pantai Hajah Itun dan penataan jalan lingkungan menuju pedestrian jalur Lembi yang diperkirakan menyerap estimasi anggaran biaya mencapai sekitar Rp 400 Juta, maupun pembangunan jembatan di kawasan Muara Kali Labuhan Sumbawa yang memiliki bentang 50 meter, dengan menyerap anggaran sekitar Rp 1 Miliar lebih, sehingga memudahkan dan memperlancar aktivitas lalulintas perahu/sampan nelayan, paparnya.
"Seluruh dokumen perencanaan dari sejumlah paket usulan program penataan lanjutan kawasan Jempol - Saliper Ate tahap II tersebut, telah disampaikan ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (KPKP), dan kita tinggal menunggu keputusan Pusat, Mudah-mudahan yang diusulkan mendapatkan alokasi anggaran yang cukup," ujarnya.(AM01)



0Komentar