TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Kunjungan Lapangan, Tim IFAD Terkesan Cara Petani Sumbawa Kembangkan Bawang Merah Upland


Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com –

Guna melihat dari dekat sistem penanaman dan pengelolaan serta pengembangan barang merah program Upland di Kabupaten Sumbawa, rombongan Tim International Fund for Agricultural Development (IFAD) yang dipimpin langsung Country Director IFAD, Mr. Hani Elsadani, selama sehari penuh, Rabu (15/07/2026) melakukan kegiatan kunjungan lapangan di sejumlah kelompok tani pengembangan bawang merah yang berada di Pidang Kecamatan Tarano, Batu Putih Desa Sepayung Plampang dan Serading Moyo Hilir.

Dalam hal ini, ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Wayan Rusmawati M.Si dalam keterangan Pers diruang kerjanya Kamis (16/07/2026), setelah kami mendampingi tim IFAD kinjungan lapangan di Kecanatan Tarano, Plampang dan Moyo Hilir, mereka sangat terkesan dengan sistem penanaman, pengelolaan dan pengembangan bibit bawang merah dari program Upland yang dilaksanakan kelompok tani penerima manfaat.

"Tim IFAD memberikan apesiasi atas  capaian Program UPLAND yang telah dilaksanakan oleh para kelompok tani bawang merah didaerah ini, yang telah  mengubah wajah pertanian bawang merah di Kabupaten Sumbawa, dengan hasil produksi yang cukup signifikan meningkatkan pendapatan para petani, dengan realisasi realisasi realisasi realisasi tanam bawang merah 2026   seluas 1832,7 Ha, dengan luas panen 982,3 Ha, dengan produksi bawang merah sepanjang Januari  - 13 Juli 2026 mencapai 9319,27 ton," papar Wayan.

Sedangkan untuk komoditas Padi sambung Wayan, realisasi tanam MT 2025/2026 mencapai seluas 74.603,06 Ha (101,80%) dari rencana dan realisasi panen 2026 seluas 74.616,40 Ha, dengan rencana produksi 2026 sebanyak 389.317,87 ton.

Sementara untuk jagung realisasi tanam MT 2025/2026 seluas 89,242 Ha (88,95%) dari rencana dan realisasi panen 2026 seluas 89,232 Ha, dengan rencana produksi 2026 sebanyak 582.169 ton; begitu pula untuk cabe rawit realisasi tanam 2026 seluas 1832,7 Ha, luas panen 932,3 Ha dengan produksi sebanyak 9319,27 ton.

*Program UPLAND
Wayan lebih lanjut, menjelaskan bahwa program UPLAND tahap pertama (2023–2024) berhasil melampaui target pengembangan lahan dari 800 hektare menjadi 853 hektare, sedangkan tahap kedua (2025–2026) mencakup 300 hektare.

Selama enam tahun pelaksanaan program, UPLAND telah memberikan manfaat kepada 1.838 kepala keluarga petani melalui pembangunan 22,5 kilometer Jalan Usaha Tani, 495 unit infrastruktur air (441 sumur dangkal dan 54 sumur dalam), 287 unit alat mesin pertanian, serta distribusi 1.147 ton bibit bawang merah untuk lahan seluas 1.148 hektare. Program ini juga menjangkau 143 kelompok tani di 19 kecamatan dan 51 desa.

"Keberhasilan program turut terlihat dari meningkatnya pendapatan petani. Budidaya bawang merah kini mampu menghasilkan keuntungan bersih sekitar Rp 100–190 juta per hektare setiap musim tanam, bahkan berpotensi melampaui Rp 200 juta per tahun dengan dua kali musim tanam," ungkap Wayan Rusmawati.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin