Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
[10 April 2026] — Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP secara resmi meluncurkan Program Desa Sadar Zakat yang merupakan inisiasi dari BAZNAS Kabupaten Sumbawa. Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Brang Kolong, Kecamatan Plampang, dan berlangsung di Masjid Al-Muttaqin pada Jumat (10/4/2026) usai pelaksanaan salat Jumat.
Launching program ini dihadiri oleh pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), para camat, serta kepala desa se-Kabupaten Sumbawa. Selain itu, ratusan masyarakat turut hadir memenuhi masjid dan halaman sekitarnya, mencerminkan tingginya antusiasme terhadap program yang bertujuan meningkatkan kesadaran berzakat di tengah masyarakat.
Penetapan Desa Brang Kolong sebagai salah satu pilot project Desa Sadar Zakat di Kabupaten Sumbawa menjadi langkah strategis dalam upaya mengoptimalkan potensi zakat berbasis desa. Program ini diharapkan mampu menjadi model percontohan dalam pengelolaan zakat yang lebih terarah, khususnya dari sektor pertanian dan peternakan yang menjadi potensi utama masyarakat setempat.
Camat Plampang, Sudarli, S.Pt., M.Si, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada wilayahnya sebagai lokasi peluncuran program. Ia menilai bahwa kehadiran Program Desa Sadar Zakat menjadi momentum penting dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat mengenai kewajiban zakat serta manfaatnya dalam memperkuat solidaritas sosial.
Menurutnya, keberhasilan program ini sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, BAZNAS, pemerintah desa, serta masyarakat. Ia juga mengajak seluruh elemen untuk bersama-sama menyukseskan program tersebut agar dapat memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Sementara itu, Ketua BAZNAS Kabupaten Sumbawa, Syukri Rahmat, S.Ag., M.M.Inov, dalam laporannya menyampaikan bahwa potensi zakat di Kabupaten Sumbawa sangat besar, namun belum sepenuhnya tergarap secara optimal. Ia menjelaskan bahwa Program Desa Sadar Zakat hadir sebagai upaya untuk meningkatkan literasi zakat serta membangun sistem pengelolaan yang lebih transparan dan akuntabel.
Ia juga menegaskan bahwa desa memiliki peran penting sebagai ujung tombak dalam menghimpun dan mendistribusikan zakat secara langsung kepada masyarakat. Oleh karena itu, melalui program ini diharapkan akan lahir desa-desa yang mandiri dalam pengelolaan zakat serta mampu memberdayakan masyarakatnya.
Sebelum sambutan Bupati, dilakukan penyerahan bantuan dari BAZNAS kepada Masjid Al-Muttaqin sebesar Rp10.000.000. Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kegiatan keagamaan dan sosial yang berpusat di masjid sebagai pusat aktivitas umat.
Selain itu, BAZNAS juga menyalurkan bantuan konsumtif kepada 100 mustahik di Desa Brang Kolong. Penyaluran ini menjadi bentuk nyata dari pemanfaatan zakat untuk membantu masyarakat yang membutuhkan serta memperkuat fungsi sosial zakat dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan launching semakin bermakna dengan adanya partisipasi langsung dari masyarakat yang menunaikan zakat maal di lokasi acara. Salah satu muzakki, Sahabuddin, menyerahkan zakat berupa satu ekor sapi. Selain itu, warga lainnya juga menyalurkan zakat dari hasil pertanian mereka.
Partisipasi ini menjadi simbol bahwa kesadaran masyarakat terhadap zakat mulai tumbuh seiring dengan adanya edukasi dan pendekatan yang dilakukan melalui program tersebut. Kehadiran aksi nyata ini sekaligus menjadi bukti bahwa Program Desa Sadar Zakat tidak hanya bersifat seremonial, tetapi langsung diimplementasikan oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP menegaskan bahwa zakat memiliki peran strategis dalam pembangunan daerah. Ia menyampaikan bahwa zakat tidak hanya menjadi kewajiban agama, tetapi juga merupakan instrumen penting dalam mengurangi kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bupati Jarot menekankan bahwa pengelolaan zakat yang baik dan terorganisir akan memberikan dampak yang signifikan bagi peningkatan ekonomi umat. Oleh karena itu, pemerintah daerah mendukung penuh program yang diinisiasi oleh BAZNAS tersebut.
Ia juga berharap Desa Brang Kolong dapat menjadi contoh sukses bagi desa-desa lain di Kabupaten Sumbawa. Menurutnya, jika program ini dapat berjalan dengan baik, maka potensi zakat di daerah dapat dimaksimalkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Lebih lanjut, Bupati Jarot mengajak seluruh kepala desa yang hadir untuk berperan aktif dalam menyosialisasikan pentingnya zakat kepada masyarakat. Ia menilai bahwa peran kepala desa sangat penting dalam mendorong kesadaran serta membangun sistem pengelolaan zakat di tingkat desa.
Kepala Desa Brang Kolong, H. Ahmad, SH, menyampaikan rasa bangga atas kepercayaan yang diberikan kepada desanya sebagai pilot project. Ia menyatakan komitmennya untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut dan siap bekerja sama dengan semua pihak guna memastikan keberhasilan program.
Menurutnya, Program Desa Sadar Zakat menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan. Ia juga optimistis bahwa dengan dukungan semua pihak, desanya dapat menjadi contoh dalam pengelolaan zakat berbasis masyarakat.
Antusiasme juga terlihat dari para kepala desa se-Kabupaten Sumbawa yang hadir dalam kegiatan tersebut. Mereka menyambut baik program ini dan menyatakan kesiapan untuk mengimplementasikannya di wilayah masing-masing.
Kehadiran ratusan masyarakat dalam kegiatan ini menjadi bukti bahwa Program Desa Sadar Zakat mendapat dukungan luas dari berbagai kalangan. Dengan sinergi antara pemerintah, BAZNAS, dan masyarakat, program ini diharapkan mampu berjalan secara berkelanjutan dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan umat di Kabupaten Sumbawa.
Peluncuran ini menjadi langkah awal dalam membangun gerakan zakat yang lebih terstruktur dan masif di tingkat desa.
Kedepan, diharapkan semakin banyak masyarakat yang sadar dan tergerak untuk menunaikan zakat, sehingga potensi zakat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pembangunan sosial dan ekonomi di daerah. Seperti diketahui acara ini juga dihadiri oleh kepala kementerian agama kab Sumbawa H. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov, Kepala Kementerian Haji dan Umroh H. Ardi Suzami, S.HI., M.M. Inov.(AM01)


0Komentar