TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

𝗥𝗮𝗸𝗲𝗿 𝗗𝗲𝗸𝗿𝗮𝗻𝗮𝘀𝗱𝗮 𝗡𝗧𝗕, 𝗣𝗲𝗻𝗴𝗲𝗺𝗯𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗣𝗲𝗿𝗮𝗷𝗶𝗻 𝗱𝗮𝗻 𝗗𝗶𝗴𝗶𝘁𝗮𝗹𝗶𝘀𝗮𝘀𝗶 𝗝𝗮𝗱𝗶 𝗣𝗿𝗶𝗼𝗿𝗶𝘁𝗮𝘀


Mataram, Laskarmerdeka.com  -

Ketua Dekranasda Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sinta M. Iqbal, didampingi Wakil Ketua Dekranasda NTB, Windi Marlini Abul Chair, menghadiri Rapat Kerja Dekranasda NTB di Gedung Sangkareang, Kantor Gubernur NTB, Rabu (29/4/2026).

Rapat kerja tersebut membahas penguatan program strategis Dekranasda, dengan fokus pada pengembangan perajin, peningkatan kualitas produk, serta perluasan promosi kerajinan lokal melalui kolaborasi lintas sektor.


Dalam sambutannya, Sinta menegaskan bahwa arah kebijakan Dekranasda NTB ke depan akan lebih dititikberatkan pada pembinaan dan pengembangan perajin melalui sinergi dengan perangkat daerah terkait.


“Menekankan kembali gerakan kita yaitu kembali ke arah masalah pembinaan dan pengembangan. Saya pribadi merasa bahwa dengan kemampuan kita saat ini maka lebih banyak kita akan turun di masalah membukakan pintu pengembangan. Untuk pembinaannya, saya yakin dari teman-teman Dinas Perindag kita itu akan menurunkan pembinaan dengan para perajin. Jadi ada beberapa hal memang yang harus semakin kita kolaborasikan kembali antara kita sebagai pengurus Dekranasda dengan para OPD terkait,” tegasnya.



Lebih lanjut, Sinta menyoroti pentingnya kurasi produk sebagai prioritas utama yang perlu segera dipercepat hingga menjangkau Dekranasda kabupaten/kota. Menurutnya, proses kurasi akan sangat menentukan kesiapan produk untuk masuk ke pameran maupun pasar yang lebih luas.


“Masalah kurasi ini, saya super setuju, mungkin bisa agak lebih cepat dijadikan program prioritas. Kerjaan kita banyak yang butuh kurasi dan memang kita perlu belajar karena dari kurasi ini akan ke exhibition, dari kurasi ini juga akan pengaruh ke Bale kita termasuk harus kita turunkan ke teman-teman di kabupaten/kota,” imbuhnya.

Senada dengan hal tersebut, Ketua Bidang Kemitraan Dekranasda NTB yang juga Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTB, Ahmad Nur Aulia, mendorong penguatan identitas kerajinan lokal melalui digitalisasi dan penyediaan ruang promosi strategis. Upaya tersebut antara lain melalui pembuatan e-katalog dan penempatan authentic corner di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Madjid (BIZAM).



“Perlu menjadi catatan produk kerajinan lokal kita itu masih ditemukannya yang bukan produk asli kita masih ditampilkan di mana-mana,” jelasnya.


Selain itu, rapat kerja juga merumuskan sejumlah program unggulan dari masing-masing bidang, di antaranya program inkubasi bagi pelajar SMK, UMKM, dan perajin pemula, keterlibatan dalam program Desa Berdaya yang menyasar wilayah potensial, serta workshop digital bagi pelaku usaha di Pulau Sumbawa.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin