Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com - Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Dr.H. Lalu Muhammad Iqbal dalam keterangan Persnya seusai menghadiri kegiatan peletakan batu pertama Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi di Desa Serading, Kecamatan Moyo Hilir, Jumat (6/2/2026) sore, mengungkapkan bahwa penanganan ruas jalan di depan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sumbawa di kawasan Dusun Sering, Desa Kerato, Kecamatan Unter Iwis, akan dilaksanakan pada tahun 2026 ini menggunakan dana Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan nilai mencapai beberapa miliar rupiah.
Dijelaskan, BTT-nya sudah diajukan dan sudah dialokasikan, dengan nilainya beberapa miliar, ujarnya.
Menurutnya, pemerintah provinsi saat ini tengah mencari teknologi yang paling tepat untuk menangani ruas jalan tersebut, mengingat kondisi jalan yang kerap tergenang air saat musim hujan membuat lapisan aspal cepat rusak dan tidak bertahan lama, tukasnya.
“Sekarang ini kita sedang mencari teknologi yang paling murah tapi kuat, apalagi soal aspal itu dinilai rentan, sehingga kita akan coba teknologi lain yang lebih tahan, dimana genangan air di kawasan tersebut diperkirakan masih akan terjadi dalam beberapa tahun ke depan, hingga program penghijauan hutan yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Sumbawa memberikan dampak signifikan," paparnya.
Gubernur Iqbal menargetkan pekerjaan fisik dapat dimulai pada semester pertama tahun 2026 atau sebelum pembahasan APBD Perubahan.
“Targetnya tahun 2026 ini. Mudah - mudahan semester pertama sebelum perubahan sudah mulai kick off. RAB sudah saya setujui dan tandatangani, tinggal DED-nya secara teknis nanti ditangani oleh balai jalan yang lebih memahami,” pungkasnya.
Penanganan ruas jalan depan RSUD Sumbawa dikawasan Sering ini diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan kenyamanan masyarakat, khususnya bagi pasien dan tenaga kesehatan yang setiap hari melintasi jalan tersebut.(AM01)


0Komentar