Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
[6 Februari 2026]— Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksandi) Kabupaten Sumbawa mengonfirmasi bahwa sejumlah situs web milik pemerintah daerah setempat sempat disusupi konten judi online (judol), salah satu kasus terbaru menimpa website Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Sumbawa.
Kepala Diskominfotiksandi Kabupaten Sumbawa, Drs Hasanuddin, menyatakan bahwa insiden serupa tidak hanya terjadi di Sumbawa, melainkan juga dialami oleh banyak pemerintah daerah lain di Indonesia.
"Memang, belakangan ini marak website pemerintah disusupi situs judi online, bukan hanya di Sumbawa, tapi hampir di semua daerah mengalami hal yang sama,” ujar Hasanuddin kepada wartawan, Kamis (5/2/2026).
Lemahnya sistem pengamanan digital pada sejumlah website pemerintah daerah terang Hasanuddin, menjadi salah satu celah yang dimanfaatkan pelaku kejahatan siber. Selain itu, penggunaan layanan hosting pihak ketiga juga dinilai berkontribusi terhadap risiko keamanan.
“Kami akui dari sisi keamanan masih memiliki keterbatasan. Saat ini sebagian website pemerintah daerah masih menggunakan hosting pihak ketiga,” tukasnya.
Selain website BKPSDM, beberapa situs milik pemerintah daerah lainnya juga sempat mengalami penyusupan, di antaranya website PPID, Sumbawakab, dan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil). Namun semuanya sudah berhasil kami tangani. Umumnya konten yang masuk berupa judi online dan pornografi, ungkapnya.
Meski demikian, Hasnuddin memastikan bahwa serangan tersebut tidak sampai merusak atau mencuri data penting. Aksi peretasan hanya mengubah tampilan halaman depan website dan mengalihkan pengunjung ke tautan tertentu.
“Data tetap aman, tidak ada yang hilang. Mereka hanya menyerang tampilan depan website. Kami melakukan pemantauan secara berkala untuk memastikan hal serupa tidak terulang lagi” tegasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Diskominfotiksandi Kabupaten Sumbawa saat ini tengah menyiapkan pola pengamanan serta perangkat baru guna memperkuat sistem keamanan siber di lingkungan pemerintah daerah.
“Tahun ini kami akan menerapkan pola dan perangkat baru untuk pengamanan digital. Saat ini sedang dalam tahap penyusunan dan persiapan. Harapannya, sistem keamanan siber kita kedepan bisa jauh lebih kuat,” pungkasnya.(AM01)


0Komentar