Sumbawa Besar, Laskarmeka.com -
Program Optimasi Lahan (Oplah) Pertanian, yaitu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian agar menjadi lebih produktif dengan cara memperbaiki tata air dan lahan.
Tujuannya adalah meningkatkan indeks pertanaman agar lahan yang tadinya hanya bisa ditanami sekali, kini bisa ditanami dua hingga tiga kali dalam setahun, yang secara signifikan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, dan Alhamdulillah program Oplah Sumbawa tahun 2025 seluas 2.498 Ha, sejauh ini sedang dalam proses pembangunan fisik sejumlah infrastruktur sarana prasana sesuai dengan yang diprogramkan masing-masing kelompok tani penerima manfaat, ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Ni Wayan Rusmawati M.Si dalam keterangan Persnya Selasa (04/11/2025).
Dijelaskan, tujuan Utama Oplah adalah meningkatkan produktivitas lahan pertanian agar bisa menghasilkan lebih banyak dari sebelumnya, dengan Metode dilakukan melalui perbaikan infrastruktur seperti pembangunan dam dan saluran irigasi untuk memastikan tata air lebih baik dan lahan mendapatkan air yang cukup, dengan manfaat menjadikan lahan yang kurang produktif menjadi lahan usaha tani yang lebih produktif. Meningkatkan frekuensi panen, dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
Mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional, ujarnya.
"Program ini melibatkan berbagai pihak, termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian Pekerjaan Umum, pemerintah daerah, dan petani itu sendiri, untuk memastikan program berjalan sesuai target dan kebutuhan di lapangan, dan khusus untuk program Oplah di Sumbawa sejauh ini dinilai berjalan baik, dengan progres fisiknya mengalami deviasi positif, bahkan ada sejumlah kelompok tani yang telah tuntas pembangunan fisiknya 100%, sehingga optimis secara keseluruhan akan dapat dituntaskan hingga Desember mendatang," pungkas Wayan.
Terpisah, Kabid Prasarana Distan Sumbawa Khaeruddin SP menjelaskan bahwa Sumbawa mendapatkan program
OPLAH tahun 2025 seluas 2498 Ha, dengan total anggaran Pusat terserap mencapai total Rp 11,490.800.000 yang diperuntukkan bagi 116 kelompok tani dalam rangka menunjang pembangunan sarpras Pertanian, baik itu irigasi perpipaan, perpompaan, kantong air, cerdas dan jaringan irigasi, ujarnya.
"Pencairan anggaran bantuan program Oplah 2025 dilakukan dalam tiga tahap dengan bantuan anggarannya langsung masuk ke rekening kelompok tani penerima manfaat, dimana hingga awal Nopember ini progres fisiknya rata-rata diatas 27%, bahkan sudah ada yang tuntas pembangunan sarpras fisiknya 100%, seperti kelompok tani Caya Mengas Ropang dan Mampis Rungan Kukin Moyo Utara, sehingga optimis paling tidak seluruh pembangunan fisik program Oplah akan dapat dituntaskan pada awal Desember mendatang," papar Heru akrab disapa.
Sementara itu, Kasi Datun Kejari Sumbawa I Made Heri Permana SH MH menyatakan bahwa program Oplah 2025 tersebut memang masuk dalam program pendampingan hukum, dan sejauh ini dari hasil monitoring dan evaluasi langsung di lapangan menunjukkan progres fisik pembangunan sejumlah sarpras dengan hasil baik, seperti kunjungan lapangan yang dilakukan Tim, Senin (03/11/2025) di Desa Brang Kolong Kec. Plampang, yakni
Kelompok Tani Orong Padak (Pembangunan Chekdam), Kelompok Tani Balong Niat (Pembangunan Kantong Air), serta di Desa Selante yakni Kelompok Tani Lenang Belo (Rehabilitasi Chekdam dan Saluran irigasi) terlihat hasilnya baik, dengan pekerjaan lapangan terus digenjot, ujarnya.
"Oleh karena itu, kami menyampaikan atensi dan apresiasi kepada Dinas Pertanian dan Kelompok Tani penerima manfaat program Oplah, yang telah melaksanakan kegiatannya dengan mengacu kepada juklak dan juknis dari Pusat," pungkasnya.(AM01)





0Komentar