Mataram, Laskarmerdeka.com -
Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, menjadi saksi sekaligus figur kunci dalam momen emosional yang melatari kebangkitan pembalap kawakan Marc Marquez pada ajang MotoGP Mandalika 2026.
Gubernur Iqbal menyaksikan secara langsung bagaimana ritus budaya lokal dan doa tulus masyarakat Lombok turut mengiringi titik balik sejarah karier pembalap berjuluk The Baby Alien tersebut.
Gubernur NTB memahami betul betapa Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika selama bertahun-tahun seolah menjadi mimpi buruk bagi Marquez. Sejak 2023, sang juara dunia delapan kali itu tidak pernah sanggup menyentuh garis finis hingga memicu lahirnya narasi 'kutukan Mandalika'.
Bahkan, Marquez sendiri sempat berujar pasrah, "Definitely Mandalika is not my circuit" (Tentu saja Mandalika bukan sirkuitku).
Memasuki musim kelimanya di Lombok pada Oktober 2026, rekam jejak Marquez memang dibayangi rangkaian insiden memilukan. Ia pernah menderita highside hebat pada sesi pemanasan (warm-up) 2022 yang memicu gegar otak ringan, terjatuh beruntun pada 2023, hingga rentetan kecelakaan di musim 2025, mulai dari terperosok di Tikungan 5, mengalami slip ban depan di Tikungan 10, hingga benturan berkecepatan tinggi di Tikungan 7.
Melihat rentetan kesialan yang menimpa sang pembalap, Gubernur NTB tergerak untuk memberikan perlindungan moral melalui tradisi kearifan lokal Suku Sasak. Saat melepas parade pembalap di Kota Mataram menjelang akhir pekan balapan, Gubernur secara khusus menghampiri Marquez dan mengoleskan sembeq di dahinya.
Sembeq merupakan ritual adat Sasak menggunakan campuran bahan alami seperti kunyit dan kapur sirih yang disapukan ke dahi sebagai simbol penolak bala, permohonan keselamatan, dan doa restu sebelum seseorang menempuh ikhtiar besar.
Sambil mengusapkan sembeq, Gubernur NTB menyampaikan petuah dan doa hangatnya secara langsung kepada Marquez, "I pray for you this time. Ini tanggal ganjil, insyaallah kamu bisa melewati tikungan-tikungan itu dengan lancar. Sudah saya sembeq," ujarnya.
Dukungan publik NTB terhadap Marquez juga diwarnai momen menarik di Sirkuit Mandalika. Saat berada di area sirkuit, kekasih Marquez, Gemma Pinto, sempat dihampiri oleh tim media Kumparan. Ketika ditanyai mengenai peluang sang pacar untuk menyelesaikan balapan hingga menembus podium di Mandalika, Gemma memilih tidak memberikan komentar sepatah kata pun dan hanya merespons pertanyaan tersebut dengan tawa canggung.
Ikhtiar budaya dan doa yang dipanjatkan Gubernur NTB tersebut akhirnya terjawab manis di atas lintasan. Setelah mengamankan posisi start keempat (P4) pada kualifikasi, Marquez tampil perkasa tanpa cela dalam sesi Tissot Sprint pada Sabtu, 10 Oktober 2026, hingga berhasil mengamankan posisi pertama (P1).
Gubernur NTB pun menyambut gembira keberhasilan Marquez mematahkan mitos kelam di Mandalika sekaligus membuktikan bahwa semangat persaudaraan dan kearifan lokal Lombok senantiasa menaungi keselamatan para pembalap dunia.
Suatu kehormatan untuk menyerahkan trofi kepada juara MotoGP Mandalika 2026, Marco Bezzecchi asal Italia, kata Menteri Erick Tohir.
Momen bersejarah juga tercipta bagi Marc Márquez tahun ini yang akhirnya berhasil finish di MotoGP Mandalika. Márquez sebelumnya selalu gagal menuntaskan balapan dalam empat edisi MotoGP Mandalika.
MotoGP Mandalika 2026 mencatat rekor tertinggi selama penyelengaraan MotoGp di Indonesia 157.875 penonton. Capaian ini menjadi bukti kuatnya kolaborasi pemerintah pusat, daerah, dan seluruh stakeholders dalam membawa Indonesia menjadi tuan rumah ajang olahraga kelas dunia.
Selamat kepada Marco Bezzecchi! Terima kasih telah menghadirkan kebanggaan dan kemeriahan bagi para pecinta MotoGP di Indonesia.(AM01)


0Komentar