Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Kebutuhan sejumlah alat mesin pertanian (Alsintan) seperti combine sangat dibutuhkan oleh petani ataupun kelompok tani dalam menunjang kegiatan operasional pengelolaan hasil pertanian mereka, namun ironis ada sekitar Empat unit Combine bantuan dari Pemerintah untuk Kabupaten Sumbawa yang kini berada pada Dinas Pertanian Sumbawa sudah setahun lebih diduga tak dimanfaatkan alias "mangkrak".
Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Sumbawa H.Junaidi SPt yang belum sebulan menjabat didampingi Sekdis Pertanian Mukhlis SP.,MSi ketika dikonfirmasi terkait persoalan combine tersebut Rabu (07/19/2026) membenarkan kalau empat unit combine bantuan dari Pemerintah terdiri dari bantuan Pemerintah Pusat 2 unit dan bantuan dari Distan Provinsi NTB 2 unit berada di Dinas Pertanian Sumbawa, dan sejauh ini sudah setahun lebih combine tersebut tidak dimanfaatkan.
"Terus terang ketika pertama kali saya masuk Dinas Pertanian, saya kaget begitu melihat ada combine yang berada dibelakang Kantor sedang parkir, sehingga saya segera mengkonfirmasi dengan bidang terkait dan mendapatkan informasi kalau Sumbawa pada tahun sebelumnya telah mendapatkan bantuan 4 unit combine dari Pemerintah Pusat maupun dari Provinsi, dan bahkan kelengkapan surat dan berita acara penerimaan pun diperiksa, ternyata dokumennya tidak lengkap," papar H.Junaidi.
Setelah ditelusuri soal 4 unit combine tersebut sambung H.Junaidi, ternyata setahun lebih tidak dimanfaatkan, akibat pertama dokumen surat terkait dengan bantuan 2 unit dari Pemerintah Pusat itu tidak ada, dan bantuan 2 unit dari Provinsi NTB itu ternyata dokumen suratnya tidak lengkap, bahkan kondisi dua unit combine saat ini tidak bisa hidup, tukasnya.
"Terkait dengan keberadaan 4 unit combine tersebut, maka kami telah melakukan koordinasi dengan pihak Provinsi maupun Kementerian Pertanian melalui Dirjen terkait pada 21 September 2026 lalu saat kegiatan Bioetanol di Jakarta, baik itu menyangkut soal dokumen kelengkapan administrasinya maupun pemanfaatannya kedepan, apakah dimanfaatkan untuk Brigade ataukah diberikan kepada kelompok tani itu yang belum jelas, karena masih harus menunggu petunjuk dari Pusat maupun Provinsi," pungkasnya.
Jadi sekarang untuk langkah selanjutnya kata H.Junaidi, kita masih tunggu petunjuk dari pusat maupun dari provinsi, karena persoalan 4 unit combine tersebut telah dilaporkan, termasuk laporan kepada Pak Bupati Sumbawa dengan arahan agar persoalan administrasinya dilengkapi,vdan soal nanti apakah dimanfaatkan melalui Brigade ataukah diberikan pengelolaannya kepada kelompok tani, tentu masih harus menunggu petunjuk dari Provinsi maupun Pusat, ujarnya.(AM01)


0Komentar