Sumbawa Barat, Laskarmerdeka.com -
Membangun daerah tidak cukup hanya dengan menjalankan program. Pengalaman, keteladanan, integritas, dan kemampuan memahami persoalan menjadi bekal penting agar pemerintahan hari ini mampu melanjutkan pembangunan KSB secara berkelanjutan.
Hal itu dibahas dalam Dialog Tokoh bertema “Kepemimpinan, Integritas, dan Keteladanan dalam Membangun Daerah”, yang merupakan rangkaian Retreat Kepemimpinan Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Sumbawa Barat 2026.
Dialog menghadirkan Drs. H. Jamaluddin Malik, Sekretaris Daerah pertama KSB sekaligus Bupati Sumbawa periode 2005–2010, serta Drs. H. A. Latief Madjid, S.H., Bupati Sumbawa periode 2000–2005. Kegiatan dimoderatori Sekda KSB drh. Hairul, M.M., di Aula Paserang Gedung Graha Praja Sekretariat Daerah KSB, Kamis (17/09/2026).
Para tokoh berbagi pengalaman tentang pentingnya pemimpin terus belajar, memahami persoalan, terbuka terhadap masukan, dan menyelaraskan ucapan dengan tindakan. Kolaborasi antardinas, instansi, dan masyarakat juga menjadi bagian penting dalam pembangunan. Jamaluddin Malik berpesan, “Kita harus kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas dan kerja tuntas.”
Sekda KSB drh. Hairul, M.M. mengingatkan bahwa perjalanan daerah perlu terus dipahami oleh generasi pemerintahan saat ini.
“Sumbawa Barat hari ini pernah memiliki cerita. Kita tidak boleh menjadi generasi yang melupakan masa lalu serta orang-orang yang memiliki peran saat itu,” ujarnya.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi kepala perangkat daerah untuk menjaga integritas, memperkuat kolaborasi, mengelola sumber daya secara efektif, serta memastikan pembangunan KSB terus berlanjut dari satu generasi pemerintahan ke generasi berikutnya.(AM01)


0Komentar