TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Gubernur NTB: Birokrasi Baru Membutuhkan Cara Belajar Baru


Mataram, Laskarmerdeka.com  -

Di era keterbukaan informasi dan pesatnya perubahan teknologi, birokrasi tidak bisa lagi bekerja dengan cara-cara lama. Birokrasi baru membutuhkan cara belajar yang baru.

Gubernur NTB, H. Lalu Muhamad Iqbal (Miq Iqbal), menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus berani menerapkan prinsip learn, unlearn, dan relearn. ASN tidak boleh hanya berpuas diri dengan pengetahuan lama, tetapi harus terus memperbarui cara memahami persoalan masyarakat yang semakin kompleks, seperti isu kemiskinan yang menyangkut banyak aspek dasar kehidupan.

Pesan inspiratif ini disampaikan Gubernur pada Puncak Hari Widyaiswara Nasional (HWN) ke-26 dan Jambore Nasional APWI ke-4 di Mataram, Senin (21/9/2026).

Satu pesan penting dari Gubernur Iqbal,  terkait era digital: Digitalisasi tidak boleh sekadar memindahkan sistem lama ke dalam aplikasi.

"Kalau sistemnya buruk kemudian kita digitalisasi, maka yang terjadi adalah kita hanya mendigitalisasi keburukan. Karena itu, pembenahan sistem dan arsitektur birokrasi harus dilakukan lebih dulu agar teknologi benar-benar meningkatkan kinerja pelayanan publik," ujarnya.

Disinilah peran penting para Widyaiswara untuk tidak sekadar mentransfer materi, tetapi ikut mengubah cara berpikir ASN agar birokrasi kita terus belajar, berubah, dan bekerja lebih baik untuk masyarakat.
(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin