Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Kegiatan program proyek Air Minum dan Sanitasi (AmSan) yang menyerap anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun 2026 sekitar Rp 8 Miliar lebih yang diperuntukkan bagi 10 Desa di Kabupaten Sumbawa, sejauh ini berjalan dengan baik yang dilaksanakan oleh kelompok swadaya masyarakat (KSM) setempat, dengan progres fisik hingga saat ini rata-rata mencapai 70 persen, ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Sumbawa melalui Kabid AmSan Abdul Azis ST, M.Eng, dalam keterangan Persnya Jum'at (28/08/2026)
Dijelaskan, action fisik program AmSan itu sendiri mulai dilaksanakan sejak awal Juni lalu, dengan pencairan anggaran tahap I senilai 25% dan pencairan tahap II 45% dengan alokasi anggarannya langsung masuk ke rekening KSM setempat, sementara untuk pencairan tahap ketiga 30% masih menunggu petunjuk dari Pusat.
"Bantuan DAK tersebut sesuai dengan program dimanfaatkan bagi menunjang pembangunan dan pembenahan sejumlah sarana prasarana dan fasilitas penunjang Air Minum dan Sanitasi, dengan jumlah satuan sambungan rumah (SSR) sebanyak 1.088 unit SR, dengan surat perjanjian kerjasama (SPKS) dilakukan dengan 10 Desa penerima manfaat, untuk seluruh anggarannya masuk ke rekening KSM setempat, dengan pelaksanaan fisik sesuai dengan dengan rencana kerja masyarakat (RKM) dan didampingi oleh tim fasilitator, sehingga kegiatan action pembangunan fisik dari program tersebut optimis akan dapat dituntaskan hingga Oktober mendatang," ujarnya.
Sedangkan sejumlah kegiatan yang dilaksanakan diantaranya pembangunan jaringan distribusi air minum, sambungan rumah (SR), MCK hingga pembangunan bak penampungan (Reservoar).
"Ke 10 Desa penerima DAK terdiri dari DAK Air Minum ada 6 Desa meliputi Desa Simu Plampang, Sampe Rhee, Kuki Moyo Utara, Leseng Moyo Hulu, Ledang Lenangguar dan Brangkolong Plampang dengan target 869 satuan sambungan rumah (SSR) dengan total pagu anggaran terserap sebesar Rp 5,3 Miliar, dan DAK Sanitasi ada 4 Desa, yakni Desa Sukamulia Labangka, Tatede Lopok, Balebrang Utan, dan Jurumapin Buer dengan target 219 SR, dengan jumlah pagu anggaran sebesar Rp 3,1 Miliar", tukasnya.
Dengan melihat hasil progres fisik di lapangan hingga akhir Agustus ini rata-rata mencapai 70 persen, maka kami sangat optimis seluruh kegiatan akan dapat dituntaskan sesuai dengan program perencanaan berakhir pada Oktober mendatang, pungkasnya.(AM01)


0Komentar