Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Sektor kelautan dan perikanan Kabupaten Sumbawa, kian menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi daerah. Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus memperkuat langkah hilirisasi dan industrialisasi hasil perikanan sebagai upaya memaksimalkan potensi perikanan tangkap maupun perikanan budidaya, sehingga hasilnya kini tidak lagi sekadar dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, melainkan telah bertransformasi menjadi produk olahan bernilai tambah dan bernilai ekonomis tinggi.
Langkah ini diwujudkan melalui serangkaian program pendampingan bagi Unit Usaha Pengolahan Ikan (UPI) atau Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) yang tersebar di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa melalui Kabid Perikanan Pengolahan dan Pemasaran Hasil (P2HP) Heri Sucitra, S.Pi, dalam keterangan Persnya Selasa (07/07/2026) menjelaskan bahwa pemerintah fokus memberikan dukungan penuh kepada para pelaku usaha guna meningkatkan nilai tambah produk, yang berdampak pada penguatan ekonomi masyarakat, sekaligus menekan angka stunting.
"Hilirisasi produk perikanan tidak cukup hanya berhenti pada dukungan produksi, akan tetapi keberhasilan hilirisasi ini tidak lepas dari pendampingan yang secara konsisten dilakukan oleh pemerintah daerah melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa," ujarnya.
Menurutnya, bentuk dukungan Pemerintah melalui Dinas Keluatan dan Perikanan
Pertama, bantuan sarana pengolahan dan pemasaran hasil perikanan serta pelatihan teknis. Bantuan yang diberikan berupa peralatan produksi (peralatan pembuatan bakso ikan, abon ikan, krupuk ikan, ikan kering, terasi, dll), peralatan pemasaran
(coolbox, timbangan), peralatan dukungan sistem rantai dingin (freezer, chest freezer, cold storage, kendaraan berpendingin), serta rehabilitasi bangunan Unit Pengolahan Ikan (UPI).
Pelatihan diversifikasi produk juga dilakukan bekerja sama dengan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kementerian Kelautan dan Perikanan serta lembaga non-pemerintah seperti Coastal Environmental & Fisheries (CEF) dan Bentang Alam Nusantara, baik secara luring maupun daring.
Kedua, fasilitasi legalitas dan sertifikasi. DKP Kabupaten Sumbawa mendampingi pelaku usaha dalam pengurusan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP) melalui pembinaan langsung di lokasi produksi agar tata letak dan sanitasi sesuai standar Good Manufacturing Practices (GMP).
Selain itu Dinas Kelautan dan Perikanan juga berkoordinasi dengan instansi terkait lainnya seperti Dinas Kesehatan, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan, maupun BPOM dalam rangka memfasilitasi penerbitan Izin Edar (P-IRT / MD BPOM) & Sertifikasi Halal.
Ketiga, mentoring manajemen usaha dan akses permodalan. Penyuluh perikanan dilibatkan untuk mendampingi pelaku usaha menyusun laporan produksi dan laporan keuangan sederhana. Bagi kelompok yang telah siap mengembangkan skala usahanya serta dipandang mampu dan memenuhi kriteria, DKP dapat memberikan rekomendasi akses permodalan melalui Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP) Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Keempat, pendampingan pemasaran. DKP Sumbawa membantu proses rebranding kemasan produk Poklahsar agar tampil lebih modern, informatif (memuat informasi nilai gizi dan komposisi), sehingga lebih kompetitif memasuki
pasar ritel modern. Pelaku usaha juga dibimbing memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk promosi, serta diikutsertakan dalam berbagai pameran, festival kuliner, kegiatan safari Gemarikan (Gemar Makan Ikan), hingga pasar murah regional untuk memperluas jangkauan pasar produk olahan perikanan Sumbawa.
Poklahsar binaan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa yang terdata aktif saat ini berjumlah 135 Poklahsar, dengan 84 Poklahsar diantaranya melakukan usaha pengolahan dari bahan baku ikan segar menjadi produk olahan seperti abon ikan tuna dan abon cakalang, kerupuk ikan, kerupuk atom, bakso ikan, stik ikan dan stik rumput laut, dodol rumput laut, terasi, bandeng presto, nugget dan sempol ikan, olahan rajungan, sambal cumi, pengolahan garam beryodium dan masih banyak lagi ragam olahan lainnya dengan nilai produksi mencapai 32,8 miliar rupiah per tahun.
Produk-produk ini dipasarkan mulai dari
pasar lokal hingga luar Pulau Sumbawa, bahkan beberapa unit pengolahan ikan (UPI) telah memasarkan produk mereka sampai mancanegara seperti Taiwan, Hongkong, Malaysia, dll.
Sektor pengolahan dan pemasaran hasil perikanan diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung ekonomi masyarakat pesisir Kabupaten Sumbawa. Program hilirisasi dan industrialisasi ini sejalan dengan arah kebijakan nasional yang mendorong peningkatan nilai tambah komoditas sumber daya alam, termasuk hasil laut, agar tidak lagi hanya dijual dalam bentuk bahan mentah.
"Kedepan, sinergi antara pemerintah daerah, kelompok pengolah dan pemasar hasil perikanan (Poklahsar), penyuluh perikanan, dan mitra lembaga non pemerintah lainnya diharapkan terus diperkuat agar hilirisasi perikanan di Kabupaten Sumbawa semakin berdaya saing, memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, serta mampu menembus pasar yang lebih luas, baik di dalam maupun luar daerah," pungkasnya.(AM01)


0Komentar