Sumbawa Barat, Laskarmerdeka.com –
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat mulai merealisasikan program KSB Maju Luar Biasa melalui pengembangan klaster ekonomi agribisnis sapi. Langkah awal ditandai dengan penanaman perdana rumput gajah di Kelompok Tani Ternak (KTT) Ai Nusak, Kecamatan Sekongkang, sebagai upaya transformasi peternakan tradisional menuju skala industri modern. Selain rumput gajah, pakan utama lain yang dikembangkan adalah lamtoro guna memastikan ketersediaan pakan berkualitas.
Inisiatif ini diambil untuk menjawab tingginya kebutuhan pasar daging, khususnya dari perusahaan di wilayah KSB yang selama ini sulit ditembus akibat standar kualitas dan harga. Bupati menegaskan bahwa satu-satunya cara adalah menyesuaikan kualitas dan harga agar mampu bersaing dan memenuhi kebutuhan pasar tersebut.
Sebagai penguat ekosistem, pemerintah berhasil menghadirkan investasi untuk mengoperasikan kembali Rumah Potong Hewan (RPH) yang ditargetkan mulai berproduksi pada September 2026. Selain itu, disiapkan lahan seluas 67 hektare di Kecamatan Brang Ene sebagai pusat penggemukan sapi. Dengan sistem plasma, peternak akan menggemukkan sapi usia 1,5–2 tahun dari bobot sekitar 200 kg hingga mencapai standar minimal 300 kg agar dapat diterima di RPH.
Pada tahun pertama, pemerintah memberikan dukungan penuh mulai dari bantuan bibit, pembangunan kandang standar industri, penyediaan air, hingga gudang pakan senilai Rp400 juta per kelompok. Diharapkan pada tahun kedua, kelompok tani sudah mandiri.
KTT Ai Nusak pun diharapkan menjadi percontohan bagi kelompok lain dalam membangun siklus usaha yang berkelanjutan guna mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
Untuk memastikan keberlanjutan program, pengawasan lapangan turut melibatkan Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Dengan pendampingan ini, agribisnis sapi di Sumbawa Barat diharapkan mampu tumbuh konsisten dan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(AM01)




0Komentar