TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Sumbawa Siap Hadapi Resiko Bencana Melalui Digitalisasi Destana


Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com  -

Komitmen kuat dalam membangun ketangguhan daerah terhadap bencana kembali ditegaskan oleh Kabupaten Sumbawa melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Tim Fasilitator Penilaian Desa Tangguh Bencana (Destana) yang digelar di Hotel Grand Samota, Kamis (09/04/2026).

Kegiatan strategis ini diinisiasi oleh Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) Kabupaten Sumbawa, bekerja sama dengan KONSEPSI dan Program SIAP SIAGA NTB, sebagai bagian dari upaya percepatan pembangunan desa tangguh bencana yang terukur, sistematis, dan berbasis data. Sebanyak 33 peserta dari lintas sektor hadir dalam kegiatan ini, mulai dari unsur BPBD, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, hingga para fasilitator teknis dan administrator sistem kebencanaan.

Kegiatan ini juga menghadirkan fasilitator tingkat provinsi yang memiliki kompetensi dalam penilaian Destana dan pengelolaan Sistem Informasi Kebencanaan (SIK).
Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif terkait Instrumen Penilaian Ketangguhan Desa (PKD), mekanisme verifikasi, hingga praktik langsung penggunaan aplikasi SIK/Siaga NTB sebagai platform digital untuk penginputan dan integrasi data kebencanaan. 

Dalam kegiatan ini, para peserta dibekali pemahaman komprehensif terkait Instrumen Penilaian Ketangguhan Desa (PKD), mekanisme verifikasi, hingga praktik langsung penggunaan aplikasi SIK/Siaga NTB sebagai platform digital untuk penginputan dan integrasi data kebencanaan. 

Langkah ini menjadi sangat krusial mengingat capaian Desa Tangguh Bencana di Provinsi NTB saat ini baru mencapai 434 desa dari total 1.121 desa. Artinya, masih diperlukan akselerasi dan kolaborasi lintas sektor untuk memastikan seluruh desa memiliki kapasitas menghadapi risiko bencana secara mandiri dan berkelanjutan.

Lebih dari sekadar pelatihan teknis, kegiatan ini juga menandai penguatan peran Tim Fasilitator Penilaian Destana Kabupaten Sumbawa yang telah dibentuk melalui SK Bupati Sumbawa.

Tim ini diharapkan menjadi garda terdepan dalam memastikan proses penilaian berjalan secara partisipatif, akuntabel, serta menghasilkan data yang valid sebagai dasar pengambilan kebijakan.

Salah satu peserta, Amir Ali menegaskan bahwa transformasi menuju desa tangguh tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional. 

“Pendekatan berbasis data dan sistem digital seperti SIK adalah kunci untuk memastikan intervensi kebencanaan tepat sasaran, terukur, dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujarnya.

Melalui kegiatan ini, Kabupaten Sumbawa menunjukkan langkah progresif dalam membangun sistem ketangguhan berbasis kolaborasi, teknologi, dan partisipasi aktif masyarakat. 

Kedepan, hasil dari penilaian Destana ini akan menjadi fondasi penting dalam merumuskan strategi pembangunan desa yang adaptif terhadap perubahan iklim dan risiko bencana.

Sumbawa tidak lagi sekadar siap menghadapi bencana. Sumbawa sedang memimpin perubahan menuju masa depan yang tangguh.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin