Mataram, Laskarmerdeka.com -
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf menegaskan upaya memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia difokuskan pada tiga strategi utama, yakni mengurangi beban pengeluaran keluarga, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan memperkuat akses pendidikan.
Hal itu disampaikan Saifullah Yusuf, yang akrab disapa Gus Ipul, saat menyerahkan bantuan bakti sosial di Nusa Tenggara Barat, Kamis (16/4/2026), didampingi Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal.
Menurut Mensos, ketiga strategi tersebut merupakan implementasi arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan intervensi pemerintah menjangkau masyarakat yang paling membutuhkan.
“Pendidikan menjadi kunci utama memutus rantai kemiskinan antargenerasi. Sementara bantuan sosial lainnya berfungsi sebagai bantalan ekonomi keluarga,” ujar Gus Ipul.
Ia menjelaskan, penguatan pendidikan menjadi faktor penting agar anak-anak dari keluarga miskin memiliki peluang mobilitas sosial yang lebih baik di masa depan.
Selain itu, Mensos menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menangani persoalan kemanusiaan yang belum terakomodasi melalui skema pembiayaan negara seperti APBN maupun BPJS Kesehatan.
Ia mencontohkan bantuan bagi pasien korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) maupun masyarakat dengan kebutuhan medis mendesak.
“Banyak yang bisa kita bantu jika semua pihak berkolaborasi. Tahun lalu kami bekerja sama dengan lembaga nonpemerintah membantu lebih dari 300 pasien, dengan nilai bantuan mencapai Rp13 miliar tanpa menggunakan APBN maupun APBD,” katanya.
Mensos juga mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi NTB yang melibatkan berbagai unsur, termasuk sektor swasta, dalam proses perencanaan pembangunan daerah.
Menurutnya, dana tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dapat dioptimalkan untuk membantu keluarga rentan melalui program-program sosial yang tepat sasaran.
“CSR sangat bisa diarahkan untuk membantu keluarga yang membutuhkan, termasuk mendukung program seperti Sekolah Rakyat dan bantuan Atensi,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur NTB menyambut baik perhatian dan dukungan Kementerian Sosial terhadap masyarakat NTB.
Ia menegaskan Pemerintah Provinsi NTB siap memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam mempercepat penurunan angka kemiskinan melalui program berbasis data, kolaborasi multipihak, dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami menyambut baik dukungan dari Kementerian Sosial. Sinergi pusat dan daerah sangat penting agar intervensi yang dilakukan benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata bagi masyarakat,” kata Gubernur.(AM01)





0Komentar