TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Pempus Alokasikan Rp 135 Miliar Lebih Dukung Enam Paket Proyek Strategis Pertanian 2026 di Sumbawa


Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com
-
Kendati Kabupaten Sumbawa mendapat potongan bantuan anggaran 2026 mencapai Rp 500 Miliar lebih, namun berkat lobby komunikasi dan koordinasi yang dilakukan secara intensif oleh Bupati Sumbawa Ir.H.Syarafuddin Jarot.MP bersama jajaran, akhirnya Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dalam tahun anggaran 2026 ini telah mengalokasikan anggaran mencapai sekitar Rp 135 Miliar lebih, untuk menunjang sejumlah program kegiatan proyek pembangunan strategis pertanian di Kabupaten Sumbawa.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir Ni Wayan Rusnawati M.Si dalam keterangan Persnya Selasa (17/03/2026) membenarkan kalau sejumlah proyek pembangunan strategis bidang pertanian tahun 2026 telah dialokasikan anggaran (APBN) yang cukup besar oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian yang tengah diproses dan ditangani langsung oleh Pusat.

"Dalam tahun ini, sesuai dengan rencana ada sejumlah program proyek strategis yang dilaksanakan di Kabupaten Sumbawa, yakni program optimalisasi lahan (Oplah), cetak sawah baru, irigasi perpompaan, irigasi perpipaan, bangunan konservasi (Cekdam) dan program terakhir Upland, dengan seluruh kegiatannya dibawah kendali dari Pusat," ujarnya.

Adapun jumlah alokasi anggaran yang terserap pada enam paket proyek pembangunan strategis pertanian tersebut sambung Kabid Prasarana Distan Sumbawa Khaeruddin SP, terdiri dari program oprimalisasi lahan (Oplah)  seluas 2000 Ha dengan nilai total Rp 9,2 Miliar, program cetak sawah baru seluas 2500 Ha menyerap anggaran sekitar Rp 87,5 Miliar, dimana untuk SID (Desain) Oplah dan Cetak Sawah Baru dalam hal ini pihak Kementerian telah mengadakan kerjasama dengan Pemprov NTB dan Universitas Mataram.

Sedangkan untuk program irigasi perpompaan sebanyak 150 unit menyerap anggaran sekitar Rp 22,95 Miliar, Irigasi perpipaan 19 unit menyerap anggaran sekitar Rp 1,786 Miliar dan bangunan konservasi (cekdam) senilai Rp 1,8 Miliar, serta program terakhir Upland 2026 dengan luas areal lahan 167 Ha pada 27 kelompok tani menyerap anggaran sekitar Rp 12,08 Miliar, yang diperuntukkan untuk menunjang kegiatan pengadaan bibit bawang merah, pupuk organik, pestisida nabati dan alsintan, paparnya.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin