TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Pemkab Sumbawa Barat Bertekad Jadikan KSB Sentra Daging Unggul


Sumbawa Barat, Laskarmerdeka.com 
-
Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat memulai langkah baru dalam pengembangan sektor peternakan melalui Program KSB Maju Luar Biasa Agribisnis Sapi Bali.

Sosialisasi sekaligus penandaan dimulainya program tersebut digelar di Kantor Desa Lampok, Kecamatan Brang Ene, Selasa (03/03/2026) lalu. Bupati Sumbawa Barat,H. Amar Nurmansyah hadir langsung untuk memastikan kesiapan masyarakat, sekaligus melihat kesungguhan kelompok Hutan Kemasyarakatan (HKm) yang menjadi basis pelaksanaan program.


Dihadapan masyarakat, Bupati Amar  menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bertumpu pada pengurus HKm, tetapi pada keterlibatan seluruh anggota. Pemilihan HKm sebagai basis pelaksanaan bukan tanpa alasan. Di Kecamatan Brang Ene terdapat empat HKm dengan total lahan kelola sekitar 1.000 hektare yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal. Selain memiliki lahan yang cukup luas, kelompok HKm juga telah memiliki kelembagaan dan sumber daya manusia yang siap diberdayakan.


Pada tahap awal terang Bupati Amar, program difokuskan pada dua HKm di Brang Ene, yakni HKm Batu Dulang dan HKm Ontar Telu. Skema program dibagi dalam tiga bagian: bottom, middle, dan top.


Masyarakat akan berperan pada skema bottom sebagai plasma pembibitan dan penyedia hijauan pakan. Sementara skema middle dan top, termasuk penggemukan dan pengelolaan Rumah Potong Hewan (RPH), akan dijalankan oleh perusahaan daerah bersama mitra bisnis, ujarnya.


Untuk mendukung program tersebut, setiap HKm ditargetkan menyiapkan sekitar 20 hektare lahan untuk rumput gajah serta 10 hektare fasilitas pendukung seperti kandang kolektif dan sumber air.


Pemerintah daerah menyiapkan pembiayaan pengolahan lahan, bibit, pupuk, pembangunan kandang hingga sumur bor bila diperlukan. Sapi jantan usia delapan bulan dengan bobot sekitar 100 kilogram akan didistribusikan paling lambat Juli 2026 dan ditargetkan mencapai bobot 200 kilogram sebelum masuk tahap penggemukan, paparnya.


"Pemerintah menargetkan pada 2026 pengadaan 1.000 ekor sapi di 10 titik, sebagai langkah awal membangun siklus ekonomi baru sekaligus mendorong Sumbawa Barat menjadi sentra produksi daging sapi unggul," pungkasnya.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin