Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., membuka kegiatan Diseminasi Motif dan Corak Kere Alang sebagai Ekspresi Budaya Tradisional Menuju Perlindungan Kekayaan Intelektual Komunal (KIK) yang diinisiasi Universitas Samawa (UNSA) bekerja sama dengan PT Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT), di Istana Dalam Loka, Sumbawa Besar, Senin, 2 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Bupati H. Jarot menegaskan bahwa motif dan corak Kere Alang bukan sekadar ornamen kain, melainkan representasi ingatan kolektif masyarakat Tau Samawa yang sarat nilai filosofi dan pandangan hidup.
Menurutnya, langkah UNSA melalui LPPM bersama PT AMNT dalam melakukan riset, pendataan hingga mendorong pendaftaran Kekayaan Intelektual Komunal merupakan langkah strategis dan visioner untuk melindungi ekspresi budaya tradisional Sumbawa.
“Tanpa perlindungan hukum yang jelas, ekspresi budaya tradisional sangat rentan disalahgunakan bahkan diklaim pihak lain. Kita tidak ingin motif yang lahir dari rahim Samawa justru didaftarkan oleh daerah lain yang tidak pernah menenunnya,” tegasnya.
Bupati Jarot juga menyampaikan apresiasi kepada UNSA, PT AMNT, Dekranasda Kabupaten Sumbawa, Lembaga Adat Tana Samawa (LATS), para budayawan, akademisi, pelaku tenun, anggota APDISA, serta pegiat ekonomi kreatif yang konsisten mendokumentasikan dan mempromosikan motif tradisional Sumbawa.
Ia menekankan bahwa perlindungan KIK bukan sekadar formalitas hukum, tetapi bentuk keberpihakan terhadap identitas kolektif masyarakat agar warisan budaya yang diwariskan turun-temurun tercatat secara resmi.
Di sisi lain, Bupati Jarot mendorong generasi muda untuk terus berinovasi. Menurutnya, perlindungan motif lama melalui KIK harus berjalan seiring dengan lahirnya kreativitas baru.
“Budaya yang hidup adalah budaya yang terus bergerak. Motif lama kita lindungi, motif baru kita ciptakan,” ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, di era ekonomi kreatif saat ini budaya tidak hanya menjadi simbol identitas, tetapi juga sumber nilai tambah ekonomi yang mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, memperkuat peran perempuan, serta menghidupkan ekonomi desa.
Bupati Jarot berharap kedepan Kabupaten Sumbawa tidak hanya dikenal karena kekayaan sumber daya alamnya, tetapi juga karena kekayaan budayanya.(AM01)


0Komentar