Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Dari hasil pengamatan dan evaluasi yang dilakukan sepanjang 15 Januari hingga 24 Februari 2026 terkait dengan dampak banjir terhadap tanaman dan lahan pertanian didaerah ini, maka ada beberapa hektar padi dan jagung yang tidak bisa diselamatkan (Puso), namun akhirnya berhasil dipulihkan, ungkap Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa Ir. Ni Wayan Rusmawati M.Si, dalam keterangan Persnya, Selasa (03/03/2026)
Dari total lahan pertanian yang diterjang banjir seluas 1, 046,1 Ha khususnya padi tersebar di Kecamatan Tarano, Empang dan Buer yang mengalami Puso atau tidak bisa diselamatkan seluas 2,62 Ha.
Sedangkan untuk tanaman jagung dengan luas lahan yang terkena dampak banjir seluas 40,5 Ha tercatat yang mengalami Puso seluas 12,5 Ha tersebar di Kecamatan Plampang dan Empang, ujarnya.
"Namun dari belasan wilayah Kecamatan yang terkena dampak banjir lahan padi dan jagung tersebut, baik itu di Tarano, Empang, Plampang, Lape,, Lunyuk, Ropang, Rhee, Buer, Utan, Moyo Utara dan Moyo Hilir tersebut, kendati sebagian lahan padi dan jagung mengalami puso, namun semuanya secara bertahap berhasil dipulihkan kembali," pungkasnya.
Sementara berkaitan dengan serangan organisme pengganggu tumbuhan (OPT) lanjut Wayab, sejauh ini hama penyakit yang menyerang tanaman padi adalah penyakit Kresek, Blast, Hama Putih Palsu, Penggerak Batang, Ulat, Tikus, dan Walang Sangit, dengan kondisi ringan, termasuk tanaman Jagung yaitu serangan Ulat Gerayak dan Hama Tikus, ujarnya.(AM01)


0Komentar