Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Penataan dan pembangunan sejumlah sarana prasarana dan fasilitas dikawasan pantai Jempol Labuhan Sumbawa dengan menyerap anggaran Pusat 2025 melalui Satker BP3KP-NT1 sekitar Rp 6 Miliar lebih, dan telah dinyatakan rampung dan telah diserahterimakan pada akhir Januari 2026 lalu dan kini tengah dalam masa pemeliharaannya itu, dengan rencana pembenahan lanjutan tahun 2026 ini akan dilakukan melalui program "Beauty Fikasi" dari Kementerian PKP-RI, ungkap Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (PRKP) Kabupaten Sumbawa Dian Sidharta ST.MM, dalam keterangan Persnya, Kamis (26/02/2026).
Hasil akhir pembangunan dan pembenahan fisik sarana prasarana di kawasan Jempol tersebut terang Dian Sidharta, pada akhir Januari telah diserahterimakan dari kontraktor ke PPK Satker BP3KP NT1, baik itu pekerjaan pedistrian jalan dari awal titik nol jembatan samota sampai Muara kali - Jempol kanan, Hj.Etun - tikungan UMKM Saliper Ate, saluran drainase, spot duduk dua titik, taman, olahraga dan tong sampah,(kontraktual) serta Kelompok Masyarakat berupa pembenahan sanitasi, MCK, Septictank dan toilet, dimana untuk Zone II perkampungan Kawasan Jempol tersebut memang cukup banyak sanitasi yang rusak.
Oleh karena itu, pasca pembangunannya tentu ada tusi perbaikan dari kerusakan akibat adanya penggunaan, cuaca dan iklim, gangguan hewan ternak, maupun berkaitan dengan sampah, sehingga disini kolaborasi Pemda dibutuhkan, tukas Dian Sidharta.
"Terkait dengan penataan lanjutan kawasan Jempol ada blankspot sepanjang 150 meter untuk pendistrian jalan dari belakang Hj.Etun - tikungan UMKM Saliper Ate, yang diharapkan kedepan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan olahraga joging diharapkan diharapkan bisa ditangani melalui APBD Sumbawa melalui program perkerasan paving, dengan menyerap anggaran sekitar Rp 300 juta lebih, disamping penataan lanjutan sekitar 100 unit rumah warga melalui program Beauty Fikasi atau merubah dan mempercantik penampilan depan rumah warga dikawasan jempol tersebut, dengan menyerap anggaran Pusat, yang diharapkan bisa ditangani dan dimulai kegiatannya pada September 2026 mendatang," papar Dian Sidharta.
Menurutnya, program Beauty Fikasi ini merupakan program inisiatif Kementerian PKP, dengan utama memiliki Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). Disamping itu dalam tahun 2026 ini Sumbawa juga telah mendapatkan sinyal lampu hijau memperoleh 400 unit pembenahan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dari 1300 unit yang diusulkan sebelumnya melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS), dengan program diharapkan bisa dimulai pada bulan April mendatang, dan ada juga dari APBD (Direktif dan Pokir) untuk menunjang program RTLH beberapa puluh unit rumah, ujarnya.
Sementara untuk program pembangunan dan pembenahan Prasarana Sarana Utilitas (PSU) Umum tahun 2026 ini, Sambung Dian Sidharta, kini tengah dalam proses awal perencanaan, baik itu jalan dan drainase lingkungan, lampu jalan di wilayah kota dan pemeliharaan lampu.
Begitu pula bidang Pertanahan, Terkait dengan tahap persiapan lahan irigasi Beringin Sila telah dituntaskan dengan baik, dimana saat ini telah masuk dalam tahap pengukuran dan pengadaan tanahnya menjadi wewenang BWS bersama BPN.
Ada pula Support bagi BPJN Sumbawa, terkait dengan penanganan ruas jalan Batudulang - Tepal, terutama berkaitan komunikasi dengan masyarakat sekitar proyek, maupun prosedur permasalahan hutan melalui Satgas Pengawasan Hutan yang dibentuk Pemda Sumbawa, pungkasnya.(AM01)


0Komentar