Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Pupuk merupakan salah satu sarana budi daya perikanan yang dipandang penting untuk meningkatkan produksi perikanan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan yang merupakan perhatian serius pemerintah saat ini, ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Sumbawa Rahmat Hidayat S.Pi MT dalam keterangan Persnya Senin (05/10/2026).
Untuk itu terang Dayat, sektor perikanan juga mendapat perhatian dalam hal ini melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia (KKP-RI) untuk memfasilitasi bantuan pupuk bersubsidi bagi pembudi daya, baik bagi usaha pembenihan maupun untuk pembesaran ikan air tawar dan air payau.
Adapun jenis pupuk yang difsilitasi adalah Pupuk Urea, Pupuk SP 36 dan Pupuk Organik. Tata Kelola Pupuk Bersubsidi ini diatur regulasinya melalui Peraturan Menteri Kelautan Dan Perikanan RI Nomor 22 Tahun 2025.
"Alhamdulillah beberapa waktu yang lalu, tepatnya 28 September 2026 sudah dilaksanakan kegiatan Sosialisasi dan Optimalisasi Penyaluran Pupuk Bersubsidi Sektor Perikanan di Desa Penyaring Kecamatan Moyo Utara yang dihadiri langsung oleh Direktur Sarana Prasarana Perikanan Budidaya KKP RI beserta tim, pihak Pupuk Indonesia selaku mitra, dan saat itu dibuka langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H.Syarafudin Jarot. MP," ujarnya.
Bupati Sumbawa meminta, agar pihak dinas benar-benar mengawal program tersebut benar-benar tepat sasaran, sekaligus juga menyampaikan terima kasih atas fasiltasi kementerian KKP bisa membantu pembudidaya udang yang ada di Kabupaten Sumbawa.
Berdasarkan SK dari Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan Provinsi NTB pembudidaya mendapatkan alokasi sebanyak 1.000 ton terdiri dari Urea 500 ton; SP36 300 ton dan pupuk organik 200 ton. Sementara ini yang siap salur atau melakukan penebusan yaitu 174 orang yang sudah terdaftar di dalam aplikasi e-pubers (elektronik pupuk bersubsidi) di 3 (tiga) kecamatan yaitu Kecamatan Utan 64 pembudi daya; Kecamatan Moyo Utara 90 orang pembudi daya; dan Kecamatan Lape 20 orang pembudi daya.
Adapun besarnya usulan disesuaikan berdasarkan komoditas, sebagai contoh untuk budi daya udang vanamei Urea 200 kg/ha/siklus, SP 36 150 kg/ha/siklus dan pupuk organik 500 kg/ha/siklus.(AM01)


0Komentar