Mataram, Laskarmerdeka.com -
Provinsi Nusa Tenggara Barat baru saja dipilih sebagai wilayah percontohan utama (pilot project) oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan lembaga kerja sama internasional GIZ, untuk merintis kerangka pembiayaan risiko bencana terintegrasi di Indonesia, Jum'at (2/10/2026).
Lewat kolaborasi strategis bersama Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) NTB, program ini sedang merancang instrumen perlindungan finansial yang terjangkau dan tepat sasaran bagi masyarakat saat menghadapi bencana. Fokus utamanya ada pada sektor-sektor vital penggerak ekonomi NTB, seperti pertanian, perikanan, dan pariwisata.
Tidak hanya berhenti pada mitigasi fisik, langkah ini akan mengintegrasikan manajemen bencana dengan sistem perlindungan sosial adaptif. Ke depannya, model pembiayaan inovatif yang lahir dari NTB ini akan menjadi acuan (benchmark) nasional untuk diterapkan di seluruh Indonesia. Mari wujudkan masyarakat NTB yang makin tangguh secara sosial dan finansial dalam menghadapi bencana.(AM01)


0Komentar