Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Kepala Dinas Koperasi UKM Perindustrian dan Perdagangan (KukMindag) Kabupaten Sumbawa E.S.Adi Nusantara.H.Sos, MT dalam keterangan Persnya Rabu (02/09/2026) mengungkapkan dari hasil monitoring, evaluasi dan analisis komparatif yang dilakukan dari Januari - Agustus 2026 dari tiga release berita resmi Statistik BPS Kabupaten Sumbawa yang dipadukan dengan pemantauan harga bulanan Pasar Seketeng Sumbawa, justru inflasi berbalik naik ke level tertinggi tahun ini, yakni untuk bulan Agustus 2026 inflasi naik 2,25%.
Dijelaskan, setelah sebelumnya sempat melandai di bulan sebelumnya, inflasi y on y Agustus melonjak ke 3,97% - tertinggi dari tiga rilis BPS tahun ini, bahkan melampaui Januari m to m juga berbalik jadi inflasi (+0,53%) setelah sempat deflasi.
"Tren inflasi year to year 2026 : sifatnya fluktuatif, bukan tren satu arah, dimana pada Agustus (3,97%) adalah titik tertinggi kedua sepanjang tahun 2026 setelah Februari (4,88%) - dengan inflasi bergerak naik turun tajam tiap bulan, bukan tren melandai yang stabil, dengan andil inflasi y on y menurut kelompok pengeluaran meliputi kelompok pakaian dan Alas kaki, kesehatan, perlengkapan dan pemeliharaan RT, pendidikan, infornasi, komunikasi dan jasa keuangan, penyediaan makanan minuman/restoran, transportasi, perumahan, air, listrik & BBRT, perawatan pribadi & jasa lainnya, makanan, minuman & tembakau, sehingga pergeseran penting: makanan kini menjadi pendorong utama inflasi," papar Adi Nusantara.
Dalam hal ini, prediksi TPID terbukti akurat kata Adi Nusantara, dimana pasar Seketeng mendahului rilis resmi tren harga komoditas bergejolak, dengan pergerakan terbesar Top 5 kenaikan harga meliputi kacang hijau 25.900 - 30.842 (+19,1%), kacang tanah 31.750 - 37.474 (+18,0%), cabai rawit hijau 26.500 - 30.000 (+13,2%), udang basah 58.000 - 64.737 (+11,6%), dan ikan bandeng 27.000 - 30.000 (+11,1%), dan seluruh data ini akan disampaikan pada rakor TPID, ujarnya.(AM01)


0Komentar