Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Pembangunan fisik Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge Kabupaten Sumbawa yang mendapatkan program KNMP Tahap Kedua tahun 2025/2026 (Multiyears) dengan menyerap anggaran Pusat mencapai Rp 11.103.880.000,00 hingga kini mendekati proses rampung, sehingga optimis paling tidak minggu pertama Agustus 2026 sudah bisa selesai dan dituntaskan dengan baik, ungkap Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbawa Rahmat Hidayat S.Pi MT didampingi Kabid Perikanan Tangkap H.Burhanuddin S.Pi dalam keterangan Persnya, Rabu (29/07/2026).
Dari hasil monitoring dan evaluasi yang dilakukan hingga hari ini, kegiatan pembangunan sejumlah sarpras KNMP Tahap II Desa Labuhan Sangoro itu yang dipercayakan dan dilaksanakan oleh rekanan kontraktor pelaksana PT Tolping Jaya, dengan kontrak pekerjaannya dimulai 19 Desember 2025 lalu itu, dengan menggunakan sistem multi years (tahun jamak), sejauh ini progres fisiknya telah mencapai sekitar 87,33%.
Adapun sejumlah pekerjaan pembangunan sarana prasarana dan fasilitas penunjang program KNMP Desa Labuhan Sangoro Kecamatan Maronge Sumbawa meliputi pekerjaan persiapan, dinding penahan tanah, bangunan shelter pendaratan ikan, pondasi gudang beku portabel, pondasi pabrik es portabel, area parkir, bangunan shelter coklat box, bangunan kios pembekalan, bangunan bengkel nelayan, bangunan kantor pengelola, bangunan toilet umum, bangunan tangki air dan sumur bor, penerangan kawasan, tempat pembuangan sampah, bangunan gebetan, jalan lingkungan dan saluran, bangunan gapura, pos jaga, levelling lahan, pagar kawasan, bangunan balai pertemuan nelayan, bangunan pemasaran ikan, dan Ipal Biotech, dan sebagian besar sarpras fisiknya sudah ada yang telah dituntaskan, paparnya.
"Sedangkan sisa pekerjaan yang kini terus dikebut pekerjaan lapangannya meliputi penyelesaian pekerjaan bangunan IPAL Biotech, bangunan Gapura, jalan lingkungan dan saluran, bangunan tangki air dan sumur bor, toilet umum, bangunan kantor pengelola, area parkir, finishing dan kegiatan Clean Up, sehingga optimis paling tidak 5 Agustus 2026 seluruh pekerjaan fisiknya sudah bisa diselesaikan dengan baik sesuai dengan kontrak," ujarnya.(AM01)


0Komentar