Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Aksi demo damai yang dilakaanakan sejumlah LSM yang tergabung dibawah bendera LSM Sumbawa Menggugat bersama Pemuda Pancasila (PP) berlangsung di Kantor Bupati Sumbawa Kamis (11/06/2026) berlangsung aman dan terkendali, dengan perwakilan masing-masing menyampaikan orasi secara bergantian.
Ketua Lembaga Pemerhati Desa (LPD) Sumbawa Aji Rusdianto yang akrab dipanggil Raja menyatakan bahwa bagi oknum yang merambah hutan dan oknum pejabat yang melindungi kegiatan tersebut selama ini segeralah bertaubat dan mencari rezeki halal.
“Kami minta kepada oknum tersebut segeralah bertaubat dan mencari rezeki halal,”ungkap Raja.
Menurutnya, apa yang telah dilakukan oleh pemerintah daerah sumbawa saat ini lewat program ” Sumbawa Hijau Lestari” kami sangat mendukungnya.
Program Bupati “Sumbawa Hijau Lestari" itu kami sangat mendukungnya. Program itu sangat baik bagi hutan dan kehidupan kita masyarakat Sumbawa, karena itu kami minta kepada masyarakat jangan terkeco tentang surat edaran Bupati Sumbawa tentang larangan menanam jagung.
“Bupati tidak melarang masyarakat Sumbawa untuk menanam jagung di lahannya. Yang dilarang oleh Bupati adalah menanam jagung didaerah lahan yang masuk kawasan hutan, dan niat Bupati Sumbawa itu tentu sangat baik dan harus kita dukung serta apreasiasi bersama, tentu itu semuanya untuk kebaikan tau dan tanah Samawa.
“Niat Bupati itu baik, jangan sampai niat baik itu kita recokin dengan hal – hal yang tidak baik untuk keberlanjutan hutan Sumbawa kedepan,”tegasnya.
Selain itu juga Raja meminta agar Bupati menjalankan supremasi hukum yang benar dan berkeadilan untuk masyarakat Sumbawa.
“Soal larangan tersebut harus dapat dilihat dan dicermati bersama. Karena niat pak Bupati untuk menjaga dan melindungi hutan Sumbawa itu adalah harga mati dan tidak bisa ditawar-tawar lagi,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Front Pemuda Pencari Keadilan (FPPK), Pulau Sumbawa, Abdul Hatap menyatakan bahwa kaitan dengan kedatangannya dikantor Bupati Sumbawa bersama teman – teman LSM lainnya yang tergabung dalam Aliansi LSM Sumbawa Menggugat (Alim Sumbawa) bersama teman-teman LSM dan Pemuda Pancasila itu, tiada lain yakni untuk mendukung program pemerintah “Sumbawa Hijau Lestari”.
Kami juga mendukung pemerintah terkait dengan pemberantasan terhadap ilegal logging yang terjadi di hutan Batulanteh, tukasnya.
”Saya sudah sampaikan kepada Bupati Sumbawa agar perlu dipertimbangkan, terkait dengan masalah lahan-lahan yang sudah puluhan tahun yang dikuasai oleh masyarakat untuk menanam jagung dalam mencari kehidupannya kedepan dan seterusnya untuk menghidupi dan menyekolahkan anak cucunya.
“Kami dari FPPK Pulau Sumbawa Sumbawa sangat mendukung terkait dengan pemberantasan ilegal Logging dan kami minta kepada TNI, Kepolisian, dan Kejaksaan untuk menangkap, mengadili dan memproses oknum pelaku hingga ke kepengadilan,” tegas Hatap.
Hatap menyebutkan bahwa saat ini mata air sudah berkurang. nah artinya kami pun mendukung program yang sudah dijalankan oleh pemerintah daerah, ujarnya.
Ketua Pemuda Pancasila Sumbawa Syahruddin LB menyatakan bahwa dirinya sangat mendukung program “Sumbawa Hijau Lestari yang di lakukan oleh pemerintahan Jarot- Ansori.
“PP dan Alim Sumbawa siap mendukung dan mengawal program Bupati dan Wakil Bupati,” ujarnya.
Menurutnya, hutan Batulanteh saat ini harus diselamatkan, karena hutan Batulanteh memiliki sumber air baku yang dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat, oleh karena itu Kecamatan Batulanteh beserta kecamatan lainnya harus diselamatkan.
“Barang siapa yang ingin merusak hutan Batulanteh akan berhadapan dengan kami dan masyarakat Sumbawa,” tegasnya.
Apa yang menjadi program Pemerintah, terutama program Sumbawa Hijau Lestari, jika ada oknum-oknum di luar yang ingin dan mencoba-coba memberantas hutan ini secara liar maka akan berhadapan dengan kami, dan kami berbicara ini karena kami prihatin dengan masyarakat yang berada dibantaran sungai .
“Kita bisa lihat beberapa kejadian banjir di Sumbawa ini ketika datang musim hujan. Oleh karena itu wajib hukumnya hutan Batulanteh diselamatkan dari oknum yang telah merusak hutan,” pungkasnya.
“Kami hadir hari ini memberikan dukungan penuh kepada Pemerintah Daerah dan Satgas yang telah dibentuk untuk bekerja bersama-sama untuk memberantas yang namanya illegal logging,” tegasnya.
Begitu pula, perwakilan Alim Sumbawa, Abdul Rahim yang juga ketua LSM Garuda Sumbawa menyatakan kami dari Aliansi LSM Menggugat (Alim) Sumbawa, khususnya LSM Garuda menyatakan bahwa sikap kami yang pertama pesan kami kepada pemerintah Kabupaten Sumbawa khususnya Pak Bupati tidak ada tawar-menawar dan tidak ada negosiasi dengan kelompok-kelompok atau oknum-oknum mafia yang menjadi pembajak liar yang menguntungkan pribadi.
kedua kami minta kepada Satgas untuk bekerja tanpa pandang bulu menindak tegas mereka yang melakukan pembalakan liar ini.
“Kami tidak ingin hutan kami gundul, hutan kami rusak seperti yang terjadi di Sumatera, maka dari itu kami pesan juga kepada teman-teman aktivis, teman-teman mahasiswa, yang digerakkan dan yang diperalat oleh oknum-oknum mafia ini agar mempertimbangkan apa yang menjadi keinginan mereka,” tegasnya.
Seluruh masyarakat Sumbawa lanjutnya, sudah melihat siapa yang tidak tahu saat ini kerusakan hutan di Batulanteh, dan kami tidak ingin kerusakan ini akan berlanjut ke hutan – hutan lainnya di Kabupaten Sumbawa,” tukasnya.(AM01)


0Komentar