Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com –
Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori meresmikan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Celebes Berdiri Sejahtera, Dapur Tahta, yang berlokasi di Dusun Koda Permai, Desa Jorok, Kecamatan Utan, Jumat (29/05/2026). Peresmian tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendukung program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG) guna mewujudkan generasi sehat menuju Indonesia Emas 2045.
Acara peresmian dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Sumbawa, jajaran Forkopimda, kepala perangkat daerah, Ketua KPU, pihak yayasan dan mitra, para kepala sekolah, serta relawan Dapur Tahta yang turut mendukung pelaksanaan program MBG di Kecamatan Utan.
Sebagai tanda resmi dimulainya operasional pelayanan pemenuhan gizi bagi masyarakat, peresmian SPPG Yayasan Celebes Berdiri Sejahtera ditandai dengan prosesi pemotongan pita oleh Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori.
Dalam laporannya, Kepala SPPG Moh. Ainul Yakin menyampaikan bahwa keberadaan SPPG merupakan bentuk komitmen bersama dalam mendukung penurunan angka gizi buruk dan stunting di Kecamatan Utan. Sementara itu, Mitra SPPG Ana Malika mengapresiasi dukungan seluruh pihak dan berharap Dapur MBG dapat berjalan optimal sebagai wujud semangat gotong royong antara pemerintah, TNI/Polri, dunia pendidikan, dan masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Wakil Bupati Sumbawa Drs. H. Mohamad Ansori menegaskan bahwa program MBG merupakan investasi jangka panjang negara dalam mempersiapkan generasi emas tahun 2045. Menurutnya, program tersebut bukan agenda politik, melainkan program strategis nasional yang benar-benar diperuntukkan bagi rakyat.
“Program MBG ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan harus kita kawal bersama-sama agar tepat sasaran, mulai dari kualitas menu, pelayanan, hingga pengawasannya. Ini bagian dari kehadiran negara di tengah masyarakat,” ujar Wabup Ansori.
Lebih lanjut, Wabup Ansori menjelaskan bahwa penerima manfaat program MBG tidak hanya anak-anak sekolah, tetapi juga ibu hamil, ibu menyusui, balita di posyandu, hingga lansia. Ia berharap keberadaan SPPG di Kecamatan Utan mampu membantu menekan angka stunting serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.
Selain itu, ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah terlibat dalam pembangunan SPPG mulai dari proses awal, pemenuhan sarana dapur, perekrutan relawan dan tenaga ahli gizi, hingga operasional pelayanan. Ia berharap keberadaan bangunan tersebut dapat terus berkembang dan menjadi SPPG tipe A di masa mendatang.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawasi dan memberikan masukan demi keberhasilan program ini. Pemerintah daerah mengucapkan terima kasih kepada yayasan, mitra, dan seluruh pihak karena program ini memiliki nilai sosial dan ibadah demi masa depan anak-anak kita,” tukasnya.(AM01)


0Komentar