Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
[Rabu, 1 April 2026] - Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) terus berkomitmen mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), menyerahkan bantuan sarana pengolahan berupa 8 unit freezer kepada Kelompok Pengolah dan Pemasar Hasil Perikanan (Poklahsar) "Bungin Kompak 2" di Desa Pulau Bungin Kecamatan Alas yang diserahkan langsung oleh Kabid P2HP, Heri Sucitra, S.Pi pada hari Rabu 1 April 2026.
Lebih lanjut Kabid P2HP menjelaskan bahwa bantuan pemerintah daerah ini memiliki maksud dan tujuan yang sangat krusial bagi keberlanjutan usaha mikro di sektor perikanan. Tujuan utama pemberian bantuan freezer ini adalah untuk menjaga rantai dingin (cold chain system) produk perikanan.
Dengan sarana sistem rantai dingin yang memadai, maka mutu dan kesegaran bahan baku ikan hasil tangkapan maupun produk olahan dapat terjaga lebih lama sebelum dipasarkan. Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong standardisasi produk olahan agar memiliki daya saing yang lebih tinggi di pasar yang lebih luas.
Manfaat dari bantuan ini dirasakan langsung oleh para anggota Poklahsar "Bungin Kompak 2".
"Dengan adanya fasilitas pendingin yang mumpuni, mereka dapat memproduksi dan menyimpan bahan baku untuk berbagai jenis produk olahan secara lebih higienis dan tahan lama sehingga dapat memangkas kerugian akibat produk yang cepat membusuk (waste reduction), sekaligus meningkatkan kapasitas produksi olahan mereka. Selain digunakan untuk membekukan produk olahan, bantuan freezer ini memiliki manfaat ganda yang sangat praktis bagi para anggota kelompok. Masyarakat kini dapat memanfaatkannya untuk memproduksi es batu skala rumahan secara mandiri," paparnya.
Ketersediaan es batu yang diproduksi sendiri ini sambung Heri Sucitra, sangat krusial untuk menjaga mutu dan kualitas ikan segar sejak pertama kali mendarat hingga siap masuk ke proses pengolahan. Dengan ketersediaan es batu yang mencukupi, penurunan kualitas ikan akibat suhu udara luar dapat ditekan seminimal mungkin, ujarnya.
Selama ini, masyarakat Pulau Bungin dikenal kreatif dalam mengolah hasil laut. Beberapa produk unggulan yang terus dikembangkan antara lain abon ikan, kerupuk kulit ikan, sambal ikan, ikan asap, ikan asin kering, serta berbagai olahan hasil laut lainnya.
Pemilihan Poklahsar di Desa Pulau Bungin sebagai penerima manfaat tentu bukan tanpa alasan. Desa yang dikenal sebagai pulau terpadat di dunia ini merupakan salah satu lokasi program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang telah diresmikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Bapak Sakti Wahyu Trenggono.
Setelah sukses menyelesaikan pembangunan KNMP fase pertama di Tahun 2025 lalu, Pulau Bungin kini terus memperkuat sektor hilirisasi perikanannya. Bantuan sarana pengolahan ini menjadi stimulan penting untuk menyelaraskan pembangunan infrastruktur fisik dengan peningkatan kapasitas ekonomi warganya.
Ketua Poklahsar “Bungin Kompak 2” Eni Herawati, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas perhatian nyata dari Pemerintah Daerah dibawah Kepemimpinan Jarot - Ansori melalui dinas teknis, Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Sumbawa.
"Kami sangat bersyukur atas bantuan freezer ini, ini sangat membantu modal kerja kami. Harapan kami kepada pemerintah ke depan adalah adanya pendampingan berkelanjutan, agar usaha kami dapat lebih maju lagi," pungkasnya.(AM01)


0Komentar