Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Menjelang lebaran 1447 Hijriah Tahun 2026, Bank Negara Indonesia (BNI) 46 Cabang Sumbawa terus berupaya dan berusaha untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat didaerah ini, dengan pelayanan buka hingga 17 Maret mendatang, ungkap Pimpinan Cabang ( Pinca) BNI Kantor Cabang Sumbawa Frenky Hermanto Ndulu dalam perbincangannya disela kegiatan buka puasa bersama dengan rekan media di Hotel Kaloka Sumbawa Besar, Selasa petang (10/03/2026).
Dijelaskan, selama libur lebaran nanti, masyarakat (nasabah) BNI 46, tidak perlu khawatir, karena BNI telah menyiapkan kemudahan layanan, dengan keberadaan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) diharapkan mampu melayani kebutuhan nasabah, ujarnya.
"Hingga saat ini, terdapat 72 unit ATM yang tersebar di Kabupaten Sumbawa dan KSB, dengan isi satu ATM bisa mencapai Rp 800 Juta - Rp 1 Miliar lebih dengan nilai nominal uang Rp 100.000 dan Rp 50.000 juga tersedia, dengan transaksi aktivitas ATM berjalan, aman, lancar dan baik terutama di kantor Pusat BNI Sumbawa, Taliwang dan Maluk KSB, atau dengan total dana ATM yang disiapkan mencapai sekitar Rp 10 Miliar," ujarnya.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI melalui Kantor Cabang Sumbawa Besar terus mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kewaspadaan saat bertransaksi kata Frenky, baik secara digital maupun konvensional. Langkah ini dilakukan guna melindungi nasabah dari potensi penipuan yang semakin marak seiring perkembangan teknologi.
Ia juga menegaskan, edukasi keuangan menjadi kunci untuk melindungi masyarakat dari penipuan, terutama yang menjanjikan keuntungan besar yang tidak realistis atau yang menyebabkan kerugian nasabah karena kurang teredukasi dengan baik.
"Kasus penipuan dengan iming-iming keuntungan tinggi semakin meningkat. Masyarakat perlu membekali diri dengan informasi yang tepat dan memastikan produk investasi yang dipilih diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta dijamin oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS)," tukas Frenky.
Berbagai modus penipuan, baik digital seperti phishing maupun penawaran investasi langsung, sering kali memanfaatkan kurangnya pemahaman masyarakat. Untuk itu, BNI mengajak nasabah untuk lebih waspada terhadap penawaran yang tampak terlalu menggiurkan dan selalu bertransaksi melalui kanal resmi, ujarnya.
Oleh karena itu, agar terhindar dari risiko penipuan, berikut beberapa tips aman dalam bertransaksi yang dapat dijadikan panduan:
*Pertama, gunakan Kanal Resmi: Nasabah diimbau untuk selalu menggunakan kanal resmi BNI, baik untuk transaksi digital melalui aplikasi wondr by BNI maupun transaksi konvensional di outlet resmi. Aplikasi wondr by BNI memungkinkan pemantauan aset dan transaksi secara real-time dengan keamanan terjamin.
*Kedua, Waspadai Penawaran Investasi Tidak Realistis: Jika ada tawaran investasi dengan imbal hasil sangat tinggi, baik secara digital atau langsung, nasabah disarankan memverifikasi keabsahan tawaran tersebut di outlet BNI terdekat atau melalui BNI Call di 1500046.
*Ketiga, jaga Kerahasiaan Data Pribadi: Nasabah harus menjaga kerahasiaan data sensitif seperti OTP, PIN, CVV/CVC kartu debit dan kredit, serta tidak membagikannya kepada siapa pun, termasuk pihak BNI.
*Keempat, Rutin Memeriksa Aset dan Transaksi: Nasabah disarankan untuk memeriksa aset dan riwayat transaksi secara berkala melalui aplikasi wondr by BNI atau mengunjungi outlet BNI untuk bantuan lebih lanjut.
*Kelima, hindari Penggunaan Jaringan Tidak Aman: Saat menggunakan layanan digital BNI, nasabah dianjurkan untuk menggunakan jaringan internet pribadi dan menghindari penggunaan Wi-Fi publik atau perangkat yang tidak terpercaya.
"Dengan meningkatnya kasus kejahatan siber seperti phishing, malware, dan pencurian identitas, BNI mengajak seluruh nasabah untuk menerapkan langkah-langkah pengamanan yang efektif dalam setiap aktivitas perbankan. Penawaran investasi yang menjanjikan imbal hasil tinggi namun tidak realistis harus diwaspadai baik melalui jalur digital maupun konvensional," tegas Frenky.
Frenky juga menekankan pentingnya penggunaan aplikasi wondr by BNI yang dirancang dengan standar keamanan tertinggi. Aplikasi ini tidak hanya memfasilitasi transaksi keuangan tetapi juga memberikan perlindungan kuat terhadap data pribadi dan aset nasabah.
"Kami mendorong nasabah untuk secara aktif menggunakan wondr by BNI dalam setiap transaksi. Aplikasi ini dilengkapi dengan kecerdasan buatan (AI) dan sistem enkripsi berlapis untuk menjaga keamanan data nasabah. Kami juga menganjurkan nasabah untuk tetap melakukan transaksi di outlet resmi BNI guna memastikan keamanan yang optimal," pungkasnya.
Kendati demikian, Wondr by BNI menjadi solusi perbankan digital yang terpercaya, tidak hanya untuk transaksi keuangan, tetapi juga untuk merencanakan investasi dan keuangan secara lebih bijak. Aplikasi ini dilengkapi fitur unggulan seperti Tiga Dimensi Keuangan yaitu Insight, transaksi dan growth yang memudahkan nasabah dalam melakukan pemantauan transaksi, bertransaksi serta berinvestasi, ujarnya.(AM01)




0Komentar