TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Sambut Ramadhan dan Imlek, Rakor FKUB Perkuat Sinergi Lintas Agama


Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com

Menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah dan perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili, jajaran Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Sumbawa bersama aparat keamanan dan para tokoh lintas agama memperkuat koordinasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif.

Rapat koordinasi tersebut digelar di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumbawa, Jumat (13/2/2026) sore, dihadiri Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini, S.H., S.I.K., Kepala Kemenag Sumbawa DGH. Faisal Salim, S.Ag., M.M.Inov., Dewan Pembina FKUB Drs. H. Umar Hasan, Ketua FKUB Drs. H. Syukri, M.Si., serta perwakilan umat Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu.

Ketua FKUB Kabupaten Sumbawa, Drs. H. Syukri, M.Si., menegaskan bahwa rapat lintas agama ini menjadi agenda strategis mengingat sejumlah hari besar keagamaan jatuh dalam waktu berdekatan pada 2026.

“Banyaknya agenda keagamaan dalam waktu hampir bersamaan adalah cerminan kemajemukan Sumbawa. Karena itu, komunikasi dan deteksi dini melalui dialog harus terus diperkuat,” ujarnya.


Kepala Kemenag Sumbawa, DGH. Faisal Salim, menyatakan bahwa potensi perbedaan awal Ramadhan perlu disikapi secara dewasa. Ia menyebut Muhammadiyah diperkirakan memulai puasa pada 18 Februari, sementara pemerintah masih menunggu hasil sidang isbat.


Selain itu, perayaan Imlek yang dipusatkan di Klenteng Bao An Gong pada 17 Februari 2026, termasuk rangkaian Cap Go Meh, juga menjadi perhatian dalam pengaturan teknis pengamanan.

Kapolres Sumbawa AKBP Marieta Dwi Ardhini menyampaikan apresiasi atas dukungan seluruh elemen masyarakat yang telah menjaga stabilitas keamanan selama perayaan Natal dan Tahun Baru sebelumnya. Ia memastikan Polres Sumbawa siap mengawal seluruh rangkaian ibadah lintas agama.

"Kami berharap seluruh tokoh agama menghimbau umatnya untuk saling menghormati. Terkait potensi gangguan seperti penggunaan knalpot tidak standar dan peredaran minuman keras, kami akan melakukan penindakan tegas melalui Operasi Pekat agar masyarakat dapat beribadah dengan nyaman,” tegasnya.

Kapolres Sumbawa juga menyampaikan komitmen kepolisian dalam mengawal proses pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) yang sebelumnya menghadapi kendala sosialisasi, sebagai bentuk jaminan kebebasan beragama sesuai peraturan perundang-undangan.
Dalam sesi penyampaian aspirasi, sejumlah isu teknis turut dibahas.

Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Sumbawa menyoroti potensi berbarengannya Hari Raya Nyepi 2026 dengan malam takbiran Idul Fitri, sehingga diperlukan pengaturan teknis di lapangan agar kedua perayaan berjalan khidmat tanpa saling mengganggu.

Perwakilan vihara juga menjelaskan bahwa puncak keramaian Imlek diperkirakan terjadi saat Cap Go Meh dengan kegiatan ramah tamah dan pertunjukan kembang api.

Sementara itu, perwakilan Gereja Katolik menginformasikan pelaksanaan masa Prapaskah mulai 18 Februari hingga 5 April 2026 dan memohon dukungan pengamanan.

Rapat koordinasi tersebut ditutup dengan kesepakatan bersama untuk memperkuat komunikasi, meningkatkan koordinasi pengamanan, serta menjaga toleransi dan persaudaraan di tengah masyarakat yang majemuk.

Dengan sinergi lintas agama dan dukungan aparat keamanan, seluruh rangkaian ibadah Ramadhan, Imlek, Prapaskah, hingga Nyepi di Kabupaten Sumbawa diharapkan dapat berlangsung aman, damai, dan penuh semangat kebersamaan.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin