Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com –
Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP, melantik Pengurus Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) tingkat kecamatan se-Kabupaten Sumbawa dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar di Istana Dalam Loka, Sabtu (17/1/2026).
Pelantikan tersebut juga dihadiri Wakil Bupati Sumbawa, Dra H Mihamad Ansori, Wakil Pimpinan DPRD, Forkopimda, para Kepala OPD, Ketua Lembaga Adat Tana Samawa (LATS) dan diikuti secara lengkap oleh pengurus LATS 24 kecamatan, sebuah capaian yang diapresiasi langsung oleh Bupati Sumbawa.
Dalam sambutannya, Bupati Jarot menyampaikan rasa bangga atas kehadiran seluruh camat dan pengurus LATS dari 24 kecamatan. Ia menyebut kehadiran penuh tersebut sebagai bukti komitmen dan kesungguhan dalam menjaga serta menghidupkan nilai-nilai adat di tengah dinamika pembangunan daerah.
"Biasanya kalau kita undang 24 kecamatan, selalu ada yang tertinggal. Tapi hari ini luar biasa, semua hadir. Ini menunjukkan semangat dan kesadaran bersama tentang pentingnya peran adat,” ujar Bupati Jarot.
Bupati Sumbawa menegaskan bahwa pelantikan pengurus LATS bukan sekadar seremoni atau pengisian struktur organisasi, melainkan amanah besar untuk meneguhkan nilai adab, kearifan lokal, dan tanggung jawab sosial di tengah perubahan zaman.
Menurutnya, masyarakat Tana Samawa sejak dahulu memahami bahwa kehidupan tidak cukup diatur oleh hukum formal semata, tetapi juga harus ditopang oleh adat, rasa, dan kebijaksanaan.
“Pemerintah memberi arah dan menjamin ketertiban, sementara adat memberi batas dan kebijaksanaan. Jika keduanya berjalan beriringan, maka pembangunan daerah akan lurus menuju masa depan yang kita cita-citakan,” tegasnya.
Bupati Jarot juga menekankan posisi strategis LATS di tingkat kecamatan sebagai ruang pertemuan langsung antara adat dan kehidupan masyarakat sehari-hari. Dalam pandangannya, jika pemerintah diibaratkan sebagai rangka tubuh, maka adat adalah denyut nadi yang menghidupkannya.
Lebih lanjut, Bupati Jarot mengingatkan pentingnya kearifan adat dalam menjaga hubungan manusia dengan alam. Ia menyinggung filosofi dan simbol adat Tana Samawa (Dea Pati Ongong) yang sejak dahulu mengajarkan penghormatan terhadap hutan, tanah, air, dan gunung sebagai titipan yang harus dijaga, bukan semata-mata dieksploitasi.
“Siapa yang merusak alam, sesungguhnya sedang merusak keseimbangan hidupnya sendiri. Bencana yang kita alami di berbagai daerah menjadi pelajaran bahwa aturan saja tidak cukup tanpa kesadaran dan nilai,” tukasnya.
Dalam konteks tersebut, Bupati Jarot berharap agar para camat dan pengurus LATS tidak memposisikan lembaga adat hanya sebagai pelengkap acara seremonial. Ia mendorong terbangunnya dialog yang aktif, pendekatan sosial-kultural yang kuat, serta kolaborasi nyata antara pemerintah dan lembaga adat agar setiap kebijakan tidak hanya sah secara hukum, tetapi juga diterima dan dijaga oleh masyarakat.
Akhir sambutannya, Bupati Jarot mengucapkan selamat kepada seluruh pengurus LATS kecamatan yang baru dilantik. Ia berharap amanah tersebut dijalankan dengan kebijaksanaan, ketulusan, dan keberanian dalam menjaga nilai-nilai adat demi terwujudnya Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.(AM01)




0Komentar