Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Setelah sukses melaksanakan program Optimasi Lahan (Oplah) Pertanian tahun 2025 lalu di Kabupaten Sumbawa, yaitu upaya pemerintah untuk meningkatkan produktivitas lahan pertanian agar menjadi lebih produktif dengan cara memperbaiki tata air dan lahan, maka tahun 2026 ini Sumbawa kembali mendapatkan program Oplah seluas 897,5 Ha.
Tujuannya adalah meningkatkan indeks pertanaman agar lahan yang tadinya hanya bisa ditanami sekali, kini bisa ditanami dua hingga tiga kali dalam setahun, yang secara signifikan berkontribusi pada ketahanan pangan nasional, dan Alhamdulillah program Oplah Sumbawa tahun 2025 lalu seluas 2.498 Ha, telah berhasil dilaksanakan dengan baik sesuai dengan program perencanaan.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sumbawa H.Junaidi S.Pt dalam keterangan Persnya Selasa (20/10/2026) menjelaskan bahwa tujuan Utama Oplah adalah meningkatkan produktivitas lahan pertanian agar bisa menghasilkan lebih banyak dari sebelumnya, dengan Metode dilakukan melalui perbaikan infrastruktur seperti pembangunan dam dan saluran irigasi untuk memastikan tata air lebih baik dan lahan mendapatkan air yang cukup, dengan manfaat menjadikan lahan yang kurang produktif menjadi lahan usaha tani yang lebih produktif. Meningkatkan frekuensi panen, dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali panen dalam setahun.
Mendukung ketahanan dan swasembada pangan nasional, ujarnya.
Sementara itu, Kabid Prasarana Distan Sumbawa Khaeruddin SP menjelaskan bahwa Sumbawa mendapatkan program
OPLAH tahun 2026 dengan luas lahan 897,5 yang tersebar pada 14 Kecamatan dan 33 Desa dengan 52 Kelompok tani penerima manfaat.
"Total anggaran Pusat terserap mencapai dalam program Oplah 2026 ini mencapai sekitar Rp 4,128 Miliar, diperuntukkan bagi 52 kelompok tani, dalam rangka menunjang pembangunan sarpras Pertanian, baik itu irigasi perpipaan, perpompaan, kantong air, cekdam dan jaringan irigasi," ujarnya.
Dijelaskan, pencairan anggaran bantuan program Oplah 2026 dilakukan secara langsung dari Pusat dan masuk ke rekening kelompok tani penerima manfaat, dimana saat ini para kelompok tani penerima manfaat tengah menuntaskan kelengkapan berkas administrasinya, yang diharapkan pekan mendatang sudah bisa dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama (PKS), dengan penyelesaian Survei Investigasi dan Desain (SID) bekerjasama dengan Universitas Mataram (UNRAM) telah rampung awal Oktober, sehingga kegiatan action pembangunan fisik sarpras Oplah 2026 direncanakan bisa dimulai minggu pertama Nopember hingga tuntas 31 Desember mendatang, pungkasnya.(AM01)


0Komentar