TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Melala dan Me Syuro Tutup Festival Muharram, Bupati Amar Apresiasi Konsistensi Menjaga Tradisi


Sumbawa Barat, Laskarmerdeka.com  -

Ada tradisi yang bertahan karena diwariskan. Ada pula yang terus hidup karena dirawat bersama. Itulah yang terlihat pada puncak Festival Muharram 1448 Hijriah di Desa Goa, Kecamatan Jereweh, Sabtu malam, 10 Muharram 27 Juni 2026.

Dari tahun ke tahun, festival ini tak hanya menjadi ruang perayaan budaya, tetapi juga memperlihatkan kuatnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga warisan leluhur.

Puncak festival dihadiri Bupati Sumbawa Barat H. Amar Nurmansyah, Wakil Bupati Hj. Hanipah Musyafirin, Dr. Ir. H. Musyafirin, M.M., unsur Forkopimda, pimpinan DPRD, Sekretaris Daerah, jajaran OPD, para camat se-Kabupaten Sumbawa Barat, perwakilan PT Amman Mineral, serta para kepala desa.


Dalam sambutannya, Bupati Amar Nurmansyah mengapresiasi konsistensi masyarakat Desa Goa yang mampu mengembangkan festival ini menjadi agenda budaya dengan penyelenggaraan yang semakin baik dan partisipasi warga yang terus meningkat.


Rangkaian kegiatan menghadirkan nilai-nilai yang tetap relevan hingga kini, mulai dari Tabligh Akbar sebagai penguat ketakwaan, tradisi Mangan Lawang Karang yang menegaskan semangat gotong royong, lomba selawatan dan Mesuro sebagai ruang edukasi, hingga tradisi Melala Minyak Jereweh yang diikuti 20 kelompok untuk menjaga warisan pembuatan minyak obat tradisional.



Pada kesempatan tersebut juga disepakati perubahan istilah lokal untuk sisa proses pembuatan minyak. Atas kesepakatan Bupati bersama H. Musyafirin, istilah "Tai Minyak" resmi diubah menjadi "Sari Minyak" agar lebih elok, bernilai estetis, dan mudah diterima oleh masyarakat maupun wisatawan yang menyaksikan proses pembuatan minyak melala.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin