TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

3.135 Anak Tidak Sekolah di Kabupaten Sumbawa Kembali Bersekolah


Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -

[29 Juni 2026] -  Kabupaten Sumbawa kembali mencatatkan capaian positif dalam penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS). Berdasarkan paparan Tim Pusdatin Kemendikdasmen pada kegiatan Koordinasi Strategi Implementasi Program Wajib Belajar 13 Tahun yang diselenggarakan Direktorat Sekolah Dasar Kemendikdasmen pada 25–27 Juni 2026 di Novotel Tangerang.

Kabupaten Sumbawa menjadi salah satu daerah yang diapresiasi karena menunjukkan progres yang baik dalam penanganan ATS.

Berdasarkan data yang disampaikan, sejak tahun 2024 hingga 2026 Kabupaten Sumbawa berhasil mengembalikan 3.135 Anak Tidak Sekolah (ATS) untuk kembali mengenyam pendidikan.

Pada kesempatan tersebut, Pusdatin Kemendikdasmen juga merilis Rangkuman Aktif Kembali Bersekolah Verval ATS Kabupaten Sumbawa Provinsi NTB, dengan jumlah terbanyak berasal dari Kecamatan Sumbawa sebanyak 314 anak, disusul Unter Iwes 276 anak, Utan 222 anak, Lunyuk 214 anak, dan Alas Barat 206 anak, sehingga total keseluruhan mencapai 3.135 anak.

Capaian tersebut merupakan hasil kerja kolaboratif Subbagian Perencanaan dan Pelaporan bersama para operator sekolah melalui kegiatan verifikasi dan validasi ATS. Proses penanganan ATS juga mendapat dukungan aktif dari Koordinator Wilayah (Korwil) Kecamatan se-Kabupaten Sumbawa yang berperan mengoordinasikan satuan pendidikan di wilayah masing-masing, memfasilitasi pendataan, serta memperkuat koordinasi antara sekolah, operator, dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dalam percepatan penanganan ATS.

Selain itu, penanganan ATS juga didukung melalui kolaborasi bersama BPMP NTB, Dikpora NTB dalam verifikasi dan validasi ATS Desa Berdaya, operator ATS desa, serta dukungan Dinas Dukcapil, Dinas Sosial, DPMD, Kementerian Agama, dan Bapperida Kabupaten Sumbawa.

Keberhasilan mengembalikan ATS ke bangku sekolah juga tidak terlepas dari peran Bidang Teknis Kesetaraan bersama PKBM yang secara aktif menindaklanjuti hasil verifikasi dan validasi dengan mendatangi langsung rumah anak-anak ATS untuk mengajak mereka kembali bersekolah.

Selain itu, Dinas Sosial turut berperan dalam menampung anak ATS yang tidak mampu melalui Sekolah Rakyat.
Ke depan, penanganan ATS yang masih tersisa akan terus dilakukan melalui verifikasi dan validasi bersama operator desa, khususnya terhadap Anak Tidak Sekolah Belum Pernah Bersekolah (ATS-BPB) pada desa-desa yang masih menjadi sasaran, sehingga seluruh data ATS di Kabupaten Sumbawa berdasarkan data Pusdatin Kemendikdasmen dapat dituntaskan.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin