Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Sesuai dengan RPJMD Kabupaten Sumbawa, maka target pembangunan daerah, selain fokus utama terkait dengan sumber daya manusia menjadi sumber daya manusia unggul itu berkaitan erat dengan program strategis nasional di bidang pendidikan, juga bidang kesehatan dan kesejahteraan sosial terus berupaya ditingkatkan.
Pemkab Sumbawa dibawah kepemimpinan Pemerintahan Jarot - Ansori ungkap Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Inovasi Daerah (Bapperida) Kabupaten Sumbawa Dr.Dedi Heriwibowo dalam keterangan Persnya kemarin, tetap berkomitmen tinggi untuk mempertahankan Universal Health Coverage (UHC) atau Cakupan Kesehatan Semesta adalah sistem penjaminan kesehatan yang memastikan seluruh penduduk mendapatkan akses adil terhadap layanan kesehatan bermutu, mulai dari pencegahan hingga pengobatan tanpa mengalami kesulitan finansial.
Dijelaskan, UHC menjamin perlindungan risiko keuangan bagi warga saat mengakses layanan kesehatan, dengan tujuan Utama UHC : Menjamin akses pelayanan kesehatan yang adil dan bermutu bagi setiap warga negara atau Elemen Intinya adalah cakupan kepesertaan yang luas dan perlindungan risiko finansial, dimana Implementasi di Indonesia diiwujudkan melalui program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN/KIS) yang dikelola oleh BPJS Kesehatan. Beberapa daerah termasuk di Sumbawa menerapkan program UHC yang memungkinkan warga yang belum terdaftar langsung aktif kepesertaannya saat butuh layanan, ujarnya.
"UHC kita pertahankan semaksimal mungkin, meskipun tantangan dari segi fiskal, namun untuk mencapai UHC ini tidak hanya kita bertopang pada anggaran JKN saja dari pusat tetapi juga harus ada support dari APBD, dan Sumbawa telah mengeluarkan anggaran sampai dengan Rp 50 Miliar lebih agar kita tetap masuk dalam kategori UHC, dan alhamdulillah dari jumlah penduduk Sumbawa sebanyak 529.234 orang maka 98% telah terdaftar (tercover) dalam BPJS Kesehatan," papar Doktor Dedi.
Sedangkan terkait dengan pembangunan lanjutan RSUD Sumbawa dikawasan Sering Unter Iwes itu lanjut Doktor Dedi, memang upaya maksimal terus dilakukan oleh Pemkab Sumbawa dan terus berkoordinasi dengan Pusat dengan harapan bisa mendapatkan support bantuan anggaran dari Pusat, apalagi RSUD Sumbawa telah ditetapkan sebagai rumah sakit dengan pelayanan KJSU.
"Untuk menjadikan RSUD Sumbawa di kawasan Sering itu yang lebih representatif kedepan, diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar 200 - 300 Miliar, baik itu untuk pembenahan sarana prasarana dan sejumlah fasilitas penunjang lainnya, sehingga ada skema yang disiapkan, baik itu melalui program pendanaan dalam bentuk pinjaman atau menggunakan sistem multi years dengan pembangunan fisiknya dilakukan secara bertahap, namun nanti tergantung keputusannya bagaimana, yang jelas kita menargetkan paling tidak akhir periode RPJM sampai tahun 2029 itu, RSUD Sumbawa bisa dituntaskan pembangunannya secara menyeluruh," pungkasnya.(AM01)




0Komentar