TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

NTB Pelajari Inovasi Jawa Timur Dalam Penanganan Stunting dan Kemiskinan Ekstrem


Surabaya, Laskarmerdeka.com  -

Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, memimpin rombongan Badan Kerja Sama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi NTB melakukan kunjungan silaturahmi dan studi tiru ke Provinsi Jawa Timur, Rabu (13/5/2026).

Kunjungan tersebut difokuskan di Kantor BKOW Provinsi Jawa Timur di Sidoarjo dan Pemerintah Kota Mojokerto guna mempelajari strategi percepatan penanganan stunting serta pengentasan kemiskinan ekstrem.

Mengawali agenda di Kantor BKOW Jawa Timur, Wagub yang akrab disapa Umi Dinda menyampaikan bahwa Jawa Timur selama ini menjadi salah satu daerah rujukan dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan daerah.

Ia menjelaskan, Pemerintah Provinsi NTB saat ini tengah memperkuat program Desa Berdaya untuk mengintervensi desa-desa dengan tingkat kemiskinan ekstrem dan kasus stunting yang masih tinggi.

“Kami melihat bahwa masing-masing kabupaten/kota memiliki pola yang sama, tetapi memang ada kecenderungan angka penurunan tidak signifikan. Tentunya kami berharap seluruh terapan hal-hal baik yang dilakukan BKOW Jawa Timur bisa ditiru oleh kami di NTB, terutama program yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ujar Wagub Dinda.

Sementara itu, Ketua Umum BKOW Jawa Timur, Gardjati Heru Tjahjono, menjelaskan bahwa keberhasilan program BKOW di daerahnya tidak terlepas dari kolaborasi aktif dengan organisasi perangkat daerah (OPD) dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kita selain dari program tri dharma, juga berkolaborasi dengan OPD terkait seperti dinas perikanan, koperasi, Disperindag, dan BPBD. Kita juga melakukan pelatihan penanganan mengenai stunting, gizi, dan yang berhubungan dengan anak,” jelas Gardjati.

Ia menambahkan, BKOW Jawa Timur juga menerapkan pola koordinasi intensif melalui rapat rutin bersama organisasi mitra guna memastikan seluruh program berjalan efektif dan tepat sasaran.

Usai dari Sidoarjo, rombongan melanjutkan kunjungan ke Kantor Wali Kota Mojokerto untuk mempelajari strategi penanganan stunting yang diterapkan Pemerintah Kota Mojokerto.

Dalam pertemuan tersebut, Wagub NTB menyoroti keberhasilan Kota Mojokerto menekan angka stunting melalui pendekatan inovatif dan keterlibatan seluruh elemen pemerintahan hingga tingkat bawah.

“Kami hadir di sini untuk memastikan kenapa Mojokerto dengan sejumlah intervensi dan keroyokan yang dilaksanakan secara bersama mendapatkan angka penurunan yang cukup tinggi. Semoga studi tiru ini dapat menjadi catatan berharga yang akan kami terapkan, terutama menjelang survei bersama pada bulan Agustus ini,” ungkap Umi Dinda.

Wali Kota Mojokerto, Ika Puspitasari, menjelaskan bahwa keberhasilan daerahnya didukung penguatan sumber daya manusia (SDM) yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan.

“Walaupun Kota Mojokerto memiliki keterbatasan SDA, jangan kita jadikan penghalang. Maka dari itu saya dorong dengan signifikan berbasis anggaran konsisten berkelanjutan pada SDM-nya. Dari situlah kemudian muncul inovasi hingga pada tahun 2021 Kota Mojokerto ditetapkan oleh Kemendagri sebagai kota terinovatif se-Indonesia,” jelasnya.

Rangkaian kunjungan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Lalu Hamzi Fikri, Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi NTB Ahmad Masyhuri, Sekretaris Daerah Kota Mojokerto Gaguk Tri Prasetyo, serta jajaran perangkat daerah terkait dari kedua wilayah.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin