TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

Mengkhawatirkan!, Kondisi HTI Olat Rawa dan Abrasi Pantai Nanga Lidam - Tanjung Bele


Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com  -

Desa Olat Rawa Kecamatan Moyo Hilir Kabupaten Sumbawa berpenduduk 2.010 KK (2.000 jiwa) yang tersebar pada empat Dusun yakni Dusun Olat Rawa A, Olat Rawa B, Tanjung Bele dan Nanga Lidam, dengan mata pencaharian warganya sebagian besar sebagai petani dan nelayan itu, memiliki sumberdaya alam lahan pertanian, kawasan hutan tanaman industri (HTI) dan kawasan pantai yang memiliki keanekaragaman hayati laut berupa tumbuhan bakau dan sentigi.

Namun, sangat disayangkan dan memprihatinkan ribuan hektar lahan HTI Olat Rawa tersebut ungkap Kades Olat Rawa Suprianto didampingi Ketua BPD Olat Rawa Rusli dalam keterangan Persnya Rabu (13/05/2026), kondisinya kini terjadi perladangan liar oleh sejumlah warga dengan melakukan penanaman jagung dan tanaman hayati berupa sentigi dikawasan pantai Nanga Lidam dan Tanjung Bele yang diduga dijarah oknum tertentu, sehingga dikhawatirkan akan  kelestariannya kedepan.

"Saat ini kondisi lapangan di areal lahan kawasan HTI Olat Rawa tersebut sebagian sudah terlihat botak alias gundul, akibat terjadi perladangan liar yang dilakukan sejumlah warga yang datangnya dari luar Desa Olat Rawa dengan melakukan aktivitas menanam jagung secara masif, dan hal ini sangat kontras dengan surat edaran Bupati Sumbawa yang melarang adanya penanaman jagung di kawasan hutan," tutur Ketua BPD Rusli.

Bahkan, pengambilan tanaman sentigi di kawasan pantai Nanga Lidam dan Tanjung Bele sambung Kades Suprianto, hampir setiap hari terjadi yang dilakukan oknum tertentu untuk kepentingan tanaman hias bonsai, dengan menggunakan roda empat maupun truck angkutan, dan akibat adanya aktivitas ilegal ini dikhawatirkan kedepan terjadi abrasi pantai hingga menerpa pemukiman penduduk, ujarnya.

"Persoalan ini telah disampaikan kepada Bapak Bupati Sumbawa dan leading sektor terkait, agar segera mengambil langkah tepat dan tegas, serta kami meminta Satgas Pengawasan Hutan agar segera turun melakukan action penertiban dan penindakan tegas di lapangan," pungkas Kades Suprianto.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin