Semarang, Laskarmerdeka.com -
Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menghadiri Gala Dinner Rapat Kerja Gubernur Forum Kerja Sama Daerah Mitra Praja Utama (FKD MPU) yang digelar di Hotel Tentrem, Semarang, Jawa Tengah, Senin (11/5/2026). Kegiatan tersebut menjadi ajang memperkuat sinergi antardaerah dalam menghadapi tantangan ekonomi global dan menjaga ketahanan nasional.
FKD MPU merupakan forum kolaborasi antarpemerintah provinsi yang bertujuan menyinkronkan kebijakan serta memperkuat kerja sama lintas wilayah, khususnya di bidang pangan, energi, dan ekonomi. Forum ini beranggotakan 10 provinsi, yakni Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT.
Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Akhmad Wiyagus, dalam sambutannya mengapresiasi komitmen seluruh anggota FKD MPU dalam membangun kolaborasi antardaerah. Ia menyoroti kondisi geopolitik global, terutama ketegangan di Timur Tengah, yang berdampak pada rantai pasok energi dunia dan kenaikan harga minyak mentah hingga 95,42 dolar AS per barel.
Meski demikian, ia menyebut stabilitas ekonomi nasional masih terjaga dengan baik. Hal tersebut tercermin dari inflasi year on year nasional per April 2026 yang terkendali di angka 2,42 persen serta pertumbuhan ekonomi triwulan I yang mencapai 5,61 persen. Selain itu, cadangan beras pemerintah disebut mencapai 5 juta ton atau tertinggi sepanjang sejarah.
Dalam konteks tersebut, Wamendagri menilai keberadaan FKD MPU menjadi sangat strategis karena setiap daerah memiliki potensi unggulan yang saling melengkapi. Provinsi Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung disebut menjadi penopang sektor pertanian, manufaktur, dan pangan. Sementara DKI Jakarta menjadi pusat perdagangan dan jasa dengan kapasitas PAD tertinggi. Adapun Bali, DIY, dan NTB memiliki kekuatan pada sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
“Tidak lagi memungkinkan pemerintah daerah berjalan sendiri-sendiri. Tantangan ekonomi global, ancaman krisis energi, perubahan iklim, serta dinamika geopolitik menuntut adanya kolaborasi yang semakin kuat. Kerja sama antardaerah bukan lagi sekadar pilihan administratif, tetapi sudah menjadi kebutuhan strategis nasional,” tegas Akhmad Wiyagus.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, selaku tuan rumah menegaskan bahwa kerja sama antardaerah tidak dimaksudkan untuk membandingkan kemajuan masing-masing wilayah, melainkan membangun pertumbuhan bersama berdasarkan potensi dan karakteristik daerah.
“Saya mengucapkan selamat datang di Provinsi Jawa Tengah. Provinsi satu dengan provinsi lain tidak bisa kita bandingkan. Tentu kita mempunyai keunggulan dan kearifan lokal masing-masing. Tidak ada daerah yang dibandingkan sama apalagi lebih maju, tetapi di situ mempunyai napas kebersamaan. Kita berkembang sesuai dengan kerawanan dan pertumbuhan daerah masing-masing,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Gubernur NTB, Indah Dhamayanti Putri, menyampaikan apresiasi atas keberlanjutan FKD MPU yang dinilai memberikan dampak positif bagi pembangunan daerah, termasuk bagi Provinsi NTB.
“Kami mengapresiasi dibentuknya FKD MPU ini yang akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan di NTB dengan adanya kerja sama lintas provinsi. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada Gubernur Jawa Tengah selaku tuan rumah yang sudah menyambut dan menggelar acara dengan sukses,” ujar Wagub Dinda.
Dalam kegiatan tersebut, Wagub NTB turut didampingi Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB Lalu Moh. Faozal, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan NTB Lalu Mirza Amir Hamzah, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTB Lalu Wiranata, Kepala Dinas PMPTSP NTB Irnadi Kusuma, serta Kepala Dinas ESDM NTB Samsudin.
Gala dinner berlangsung hangat dan turut dimeriahkan dengan penampilan Tarian Serumpun Seribu Warna, yakni tari medley dari seluruh provinsi anggota MPU yang dibawakan siswa-siswi SMKN 2 Surakarta. Acara kemudian dilanjutkan dengan pertunjukan seni tradisional wayang kulit.(AM01)





0Komentar