Mataram, Laskarmerdeka.com -
Bunda Literasi Provinsi NTB, Sinta M. Iqbal, menekankan pentingnya penguasaan literasi digital bagi generasi muda di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Hal itu disampaikannya saat menutup Seminar Nasional bertajuk “Literasi Ilmiah di Era Society 5.0: Membangun Generasi Kritis, Kreatif, dan Berintegritas” yang digelar Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Literasi Ilmiah UIN Mataram di Ruang Teater Lantai 2 Perpustakaan UIN Mataram, Rabu (13/5/2026).
Dalam sambutannya, Sinta mengingatkan mahasiswa agar tidak menjadi generasi yang manja dan malas akibat kemudahan yang ditawarkan AI. Menurut dia, teknologi seharusnya menjadi alat bantu untuk memicu kreativitas, bukan menggantikan proses berpikir kritis.
“Pergunakanlah teknologi AI ini dengan sangat baik, dengan sangat terarah, dan membuat kalian semakin kreatif, bukan menjadi semakin malas, bukan menjadi semakin tidak mau mencari informasi lebih dalam,” ujarnya.
Selain persoalan teknologi, Sinta juga menyoroti maraknya informasi palsu terkait beasiswa luar negeri yang kerap mengecoh mahasiswa. Berdasarkan pengalamannya mendampingi mahasiswa di luar negeri, ia meminta para pemburu beasiswa melakukan riset mendalam dan memverifikasi informasi melalui Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di negara tujuan agar tidak terjebak penipuan.
Ia juga mengapresiasi keterkaitan literasi dengan berbagai persoalan sosial di NTB, khususnya upaya penurunan angka pernikahan anak dan stunting. Menurutnya, literasi yang baik bagi calon ibu muda sangat penting untuk memahami asupan gizi keluarga serta kesiapan mental dalam membangun rumah tangga.
“Titip digerakkan, pada saat kalian nanti mungkin turun entah KKN, entah ke desa-desa, mungkin masalah literasi untuk para ibu-ibu gen Z terutama. Karena ibu-ibu gen Z ini banyak yang karena mereka ada di generasi yang sangat mudah dengan gadget mereka tidak mengeksplor dan tidak mencari tahu betul apa yang mereka baca termasuk masalah gizi, termasuk masalah pernikahan. Saya pengen adik-adik bantu kami yang ada di pemerintahan untuk menyebarluaskan informasi ini, terutama terkait literasi, karena banyak ibu muda kita yang hanya satu kali klik selesai, termasuk masalah gizi,” katanya.
Sementara itu, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama UIN Mataram, Jumarin, mengatakan geliat peradaban di lingkungan kampus dapat dilihat dari aktifnya kegiatan literasi. Ia mendorong mahasiswa memaksimalkan fasilitas kampus, termasuk perpustakaan berlantai tiga yang telah disediakan.
“Percayalah bahwa dengan kegiatan membaca, menulis, meneliti, dan mempublikasi, maka itulah yang menjadi pembakar utama lahirnya peradaban. Tapi ketika semangat literasi ini kendor, maka itu tanda-tanda peradaban itu akan tutup,” tegasnya.(AM01)




0Komentar