Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com -
Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian dalam tahun anggaran 2025 ini menggelontorkan bantuan anggaran mencapai total Rp 11 Miliar lebih (APBN),
guna menunjang pembangunan dan pembenahan konstruksi kegiatan Optimalisasi Lahan (Oplah) Non Rawa seluas 2.498 Ha di Kabupaten Sumbawa.
Kadis Pertanian Sumbawa dalam keterangan Persnya Kamis (16/10/2025) mengungkapkan dari total luas lahan Oplah 2025 seluas 2.498 Ha itu untuk tahap pertama seluas 749 Hektar yang tersebar di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Sumbawa telah dicairkan biaya konstruksi tahap I bagi 34 Keptan sekitar Rp 3,4 Miliar lebih pada akhir September lalu.
Sedangkan, untuk tahap II dan III sebanyak 82 kelompok tani terang Wayan, telah dilakukan penandatanganan Surat Perjanjian Kerjasama (SPKS) dan kini tinggal ditunggu pencairan anggarannya saja, mencapai total sekitar Rp 8 Miliar lebih.
Sebelum dilakukan pencairan terhadap anggaran biaya konstruksi program Oplah 2025 tersebut sambung Kabid Prasarana Dinas Pertanian Sumbawa Haeruddin SP,
puluhan kelompok tani penerima manfaat program Oplah tersebut terlebih dahulu menandatangani SPKS.
"Kami telah mengingatkan kelompok tani penerima manfaat, agar anggaran biaya konstruksi yang diterima masing-masing kelompok benar-benar dimanfaatkan dan dipergunakan sebagaimana mestinya sesuai dengan program yang direncanakan, artinya anggaran yang digunakan itu harus tepat sasaran dan tepat guna," tegas Kabid Heru.
Dijelaskan, pencairan bantuan biaya konstruksi kegiatan Oplah 2025 tahap pertama seluas 749 Ha untuk 34 Kelompok Tani itu dari total luas keseluruhan 2.498 Ha, dengan biaya konstruksi Rp 4,6 Juta/Ha yang dicairkan tahap pertama mencapai total Rp 3 445.400 000, (sekitar Rp 3,4 Miliar lebih), dan tahap II dan III sebanyak 82 kelompok, kini tengah menunggu pencairannya saja.
"Adapun sejumlah item pekerjaan konstruksi yang dilaksanakan secara swakelola oleh kelompok tani itu meliputi pembangunan cekdam, jaringan Irigasi, kantong air, mesin air dan perpipaan, dengan waktu pelaksanaan hingga akhir Desember mendatang," papar Heru.(AM01)


0Komentar