TfC0GSY7TpM8TUM0TpOlBSr8Td==

Breaking News:

ITK Apresiasi Kinerja Bapenda Sumbawa Tingkatkan PAD


Sumbawa Besar, Laskarmerdeka.com
-
Ketua Presidium Integritas Transparansi Kebijakan (ITK) Sumbawa Abdul Haji dalam keterangan Persnya, Jum'at (10/100/2025) menyampaikan apresiasinya kepada Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sumbawa   Hardianto,ST atas capaiannya terkait optimalisasi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan Penanganan PAD bocor.

"Saya Apresiasi kinerja Kepala Bapenda bersama tim dan jajarannya dalam upaya  peningkatan PAD dam Penanganan PAD bocor,"ujarnya.

Apa yang dilakukan oleh Kepala Bapenda Sumbawa ini adalah langkah maju untuk mewujudkan apa yang menjadi cita- cita dan keinginan pemimpin saat ini kata Abdul Haji, dan saya melihat kerja teman - teman Bapenda Sumbawa dalam meningkatkan PAD Sumbawa itu luar biasa semangatnya.

"Saya yakin penunjukan Hardianto bersama tim nya yang dipercaya oleh Pemerintahan Jarot - Ansori akan mampu mengaktualisasikan visi - misi Jarot - Ansori lima tahun kedepan. Selain itu juga bahwa pimpinan OPD yang baru memiliki etos kerja yang cukup baik dan tinggi,  sehingga apa yang menjadi target dalam peningkatan PAD Sumbawa akan mampu dijalankan dengan baik. Insya allah dibawah tangan dingin Hardianto nanti akan mampu meningkatkan PAD Sumbawa seperti yang diinginkan oleh Bupati dan Wakil Bupati Sumbawa," pungkasnya.

Abdul Haji juga berharap semoga pimpinan OPD lainnya juga bisa bekerja maksimal untuk mewujudkan Sumbawa Unggul,Maju dan Sejahtera, ujarnya.

Sebagaimana disampaikan Kepala Bapenda Sumbawa Hardianto ST dalam keterangan Persnya kepada para wartawan Kamis lalu (02/10/2025), bahwa Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kabupaten Sumbawa mencatat realisasi pajak daerah sejak tanggal 1 Januari hingga 30 September 2025 mencapai 73,19 persen atau sebesar Rp 59.825.833.202 dari target Rp 81.744.248.345.

Hardianto merincikan, pajak Reklame sebesar 105% atau Rp 1.386.205.695 target Rp 1.320.060.000. Pajak air tanah 79.03% sebesar Rp 304.079.124 dari target Rp 384.772.500. Pajak sarang burung walet 90.06% atau Rp 37.825.000 dari target Rp 42.000.000.

Kemudoan, pajak PBB-P2 43.88% sbesar Rp 2.939.853.315 dari targer 6.700.000.000. Pajak Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) 77.45% bebesar Rp 6.583.101.295 dari target Rp 8.500.000.000. Pajak Barang Jasa Tertentu (PBJT-TL) 92.42% sebesar Rp 25.610.127.944 dari target Rp 27.709.097.250.

Selanjutnya, Pajak PBJT Restoran 141%, Pajak PBJT Rumah makan 114%, dan Pajak PBJT Tenaga Listrik 81.14% sebesar Rp 15.904.325.983 dari target Rp 19.600.000.000. Pajak PBJT Perhotelan 114% sebesar Rp 3.312.942.315 dari target Rp 2.912.925.000. Opsen PKB 64.21% sebesar Rp 12.135.144.794 dari target Rp 18.898.814.150, dan Opsen BBNKB 72.26% sebesar Rp 9.928.244.924 dari target Rp 13.739.504.445.

Melihat sisa waktu yang ada ungkap Kaban, pihaknya terus berupaya mengoptimalkan realisasi pajak daerah dari sumber-sumber pajak yang belum maksimal atau belum memenuhi terget, khususnya pada objek PBB-P2.

“Kami sudah melakukan rapat koordinasi dengan semua bendahara khusus penerima kecamatan se Kabupaten Sumbawa. Harapannya kedepan bersama-sama untuk menggenjot realisasi pendapatannya, dengan memanfaatkan sisa waktu yang ada dengan optimal,” pungkasnya.(AM01)

Daftar Isi

0Komentar

Formulir
Tautan berhasil disalin